Amnesty kecam tindakan Israel di Tepi Barat

Sumber gambar, Reuters
Kelompok hak asasi, Amnesty International, menuduh Israel menggunakan kekuatan yang berlebihan dan tidak berhati-hati di wilayah pendudukan.
Dalam laporannya -<italic>Trigger Happy</italic> yang artinya kira-kira gampang menarik pelatuk senjata- Amnesty mengatakan belasan warga <link type="page"><caption> Palestina,</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/topik/palestine/" platform="highweb"/></link> termasuk enam anak-anak tewas dalam tiga tahun belakangan.
Menurut Amnesty, tindakan <link type="page"><caption> Israel</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/topik/israel/" platform="highweb"/></link> di Tepi Barat tersebut bisa tergolong kejahatan perang.
Tahun lalu saja, seperti termuat dalam laporan Amnesty, 22 warga sipil Palestina tewas oleh pasukan Israel di Tepi Barat, termasuk 14 orang dalam beberapa aksi unjuk rasa.
Israel menolak tuduhan itu dan menegaskan bahwa tentaranya menghadapi peningkatan besar kekerasan di Palestina.
Kementerian Luar Negeri Israel mengatakan laporan Amnesty berpihak, diskriminatif, dan rasis.
Munculnya laporan ini, Kamis (27/02), bersamaan dengan operasi penggrebekan Israel ke kota Bir Zeit di Tepi Barat yang menewaskan seorang pria Palestina.

Sumber gambar, Reuters
Kantor berita Reuters melaporkan tentara Israel mengepung rumah Muataz Washaha, dan memintanya untuk menyerahkan diri namun pria berusia 24 tahun itu menolak untuk ke luar rumah.
Saksi mata menyebutkan tentara Israel kemudian menghancurkan dinding rumah dengan alat berat dan belakangan ditemukan jenazah Washaha.









