Pemilik pabrik Bangladesh serahkan diri

Pabrik Bangladesh

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Kebakaran pabrik garmen Tarzeen merupakan yang terburuk di Bangladesh.

Dua pemilik pabrik garmen di Bangladesh yang terbakar dua tahun lalu dan menewaskan 112 pekerja, menyerahkan diri kepada aparat berwenang.

Delwar Hossain dan istrinya dikenakan dakwaan pembunuhan pada Desember lalu.

Hossain dan istrinya Mahmuda Akter termasuk diantara <link type="page"><caption> 13 orang yang didakwa</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/12/131222_bangladesh_kebakaran.shtml" platform="highweb"/></link> atas peristiwa kebakaran di pabrik Tarzeen.

Jaksa Anwarul Kabir mengatakan pasangan ini telah tiba di pengadilan Dhaka dan sekarang masih ditahan, menunggu sidang untuk memutuskan jaminan.

Meskipun perintah penahanan telah diterbitkan pada Desember lalu, mereka selama ini dapat hidup dengan bebas di Dhaka.

Tak jelas mengapa mereka akhirnya memutuskan untuk menyerahkan diri.

Pasangan ini menghadapi ancaman hukuman maksimal penjara seumur hidup jika terbukti bersalah.

Kebakaran yang <link type="page"><caption> melanda pabrik Tazreen </caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2012/11/121125_firebangladesh.shtml" platform="highweb"/></link>merupakan salah satu peristiwa kebakaran yang terburuk di Bangladesh.

Masalah keselamatan kerja dan kondisi gedung menyedot perhatian di negara tersebut, setelah sejumlah kasus kebakaran pabrik dan runtuhnya gedung pabrik garmen Rana Plaza yang menewaskan 1.135 orang.