Ukraina ancam terapkan status darurat

Sumber gambar, Reuters
Menteri Kehakiman Ukraina mengancam bahwa dia akan menetapkan status darurat jika para pengunjuk rasa antipemerintah yang menduduki kementeriannya tidak membubarkan diri.
Olena Lukash mengatakan kepada media lokal bahwa dia akan meminta Dewan Keamanan dan Pertahanan Nasional untuk melakukan pertimbangan.
Pengunjuk rasa mengepung bangunan kementerian itu di Kiev pada Minggu (27/01) dan membentuk barikade di luar dengan kantung-kantung salju.
<link type="page"><caption> Aksi protes meluas</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/01/140119_ukraina_protest.shtml" platform="highweb"/></link> di Ukraina dan aktivis menduduki sejumlah bangunan penting di sepuluh kota.
Bangunan menjadi sasaran protes bahkan di area sebelah timur, di mana Presiden Viktor Yanukovych biasanya mendapat dukungan penuh dari warga.
Para wartawan mengatakan pengunjuk rasa memasuki bangunan kementerian kehakiman di ibu kota tanpa adanya perlawanan.
"Jika pengunjuk rasa tidak meninggalkan kementerian kehakiman... Saya akan meminta Dewan Keamanan dan Pertahanan Nasional Ukraina untuk memberlakukan keadaan darurat," kata Lukash kepada Inter TV.
Kerusuhan terbaru ini muncul setelah pemimpin oposisi Arseniy Yatsenyuk menolak tawaran Presiden Viktor Yanukovych <link type="page"><caption> untuk menjadi perdana menteri.</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/01/140126_ukraina_oposisi.shtml" platform="highweb"/></link>
Dia mengatakan tuntutan utama harus dipenuhi, termasuk pemilihan umum yang baru.









