Pemusnahan bebek terkait H5N1 di Korsel

Sumber gambar, AFP
Korea Selatan dilaporkan mulai memusnahkan 20.000 bebek sebagai upaya pencegahan virus flu burung, yang merupakan kasus terbaru sejak infeksi pertama ditemukan di sana pada 2011.
Pemusnahan ditempuh sehari setelah Kementerian Pertanian <link type="page"><caption> Korea</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/topik/korea/" platform="highweb"/></link> Selatan mengumumkan satu peternakan bebek di Gochang, Provinsi Jeolla Utara -sekitar 300 kilometer di tenggara ibukota Seoul- menunjukkan adanya gejala kontaminasi virus H5N1.
Kasus dugaan flu burung ini dilaporkan pada Kamis (16/01) dan mendorong pemerintah setempat mengambil langkah-langkah untuk mencegah penyebaran virus.
Selain membunuh 20.000 ribu unggas di peternakan Gochang, juga diberlakukan karantina atas 24 peternakan di empat provinsi lain -yang baru saja membeli bebek dari peternakan itu.
Pemerintah masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut, tetapi kemungkinan besar sebagai virus flu burung.
Sebelumnya, lebih dari enam juta unggas dibunuh di seluruh Korea Selatan sejak kasus pertama ditemukan pada bulan Mei, 2011.
Pekan lalu pejabat kesehatan di Kanada <link type="page"><caption> mengukuhkan</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/01/140108_fluburung_kanada.shtml" platform="highweb"/></link><link type="page"><caption> kasus pertama terkait virus flu burung H5N1</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/01/140108_fluburung_kanada.shtml" platform="highweb"/></link> di negara itu.
Seorang warga di Alberta meninggal setelah berkunjung ke Beijing, Cina, namun Menteri Kesehatan Kanada, Rona Ambrose, menyebut kematian itu 'terisolasi'.









