Rangkaian ledakan di Irak tewaskan 46 orang

Sumber gambar, Reuters
Sedikitnya 46 orang tewas dalam serangkaian serangan bom di Irak.
Dalam sebuah serangan saat pemakaman anggota milisi propemerintah di Baquba, Provinsi Diyala, sebanyak 18 orang tewas.
Seorang pembom dilaporkan meledakkan dirinya sendiri di sebuah tenda ketika para pelayat berkumpul untuk kematian seorang anggota Sahwa, atau Dewan Kebangkitan, yang dibentuk umat Sunni untuk menghadapi al-Qaida.
Sementara di ibukota Baghdad, tujuh bom mobil meledak dengan korban jiwa sedikitnya 28 orang dan belasan lainnya cedera.
Serangan bermotif sektarian meningkat di <link type="page"><caption> Irak</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/topik/irak/" platform="highweb"/></link> sejak tahun lalu, dengan tingkat yang tidak pernah terjadi sejak tahun 2007.
PBB mengatakan sepanjang 2013, tercatat 7.818 warga sipil serta 1.050 aparat keamanan tewas dengan korban pada bulan Desember saja mencapai 759 jiwa.
Rangkaian kekerasan Rabu 15 Januari itu terjadi d itengah berlanjutnya pertarungan antara pasukan pemerintah dengan kelompok militan yang terkait dengan al-Qaida yang menguasai Fallujah lebih dari dua pekan lalu.

Sumber gambar, AP
Hari Selasa (14/01) militan melancarkan serangan di bagian utara kota itu dan menghancurkan dua tank tentara serta merebut satu kantor polisi.
Perdana Menteri Irak, <link type="page"><caption> Nuri al-Maliki, sempat menyerukan kepada </caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/01/140106_irak_fallujah_teroris.shtml" platform="highweb"/></link><link type="page"><caption> penduduk Fallujah</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/01/140106_irak_fallujah_teroris.shtml" platform="highweb"/></link> untuk mengusir kelompok militan agar kawasan penduduk tidak diserang militer.
Namun sehari kemudian Kementerian Pertahanan Irak menegaskan <link type="page"><caption> tidak akan ada serangan dalam waktu dekat ke kota Fallujah,</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/01/140107_irak_fallujah.shtml" platform="highweb"/></link> dengan alasan kekhawatiran atas keselamatan warga sipil.









