Pengunjuk rasa Thailand lanjutkan protes

Sumber gambar, Reuters
Warga Thailand yang menuntut mundur Perdana Menteri Yingluck Shinawatra melanjutkan kembali aksi protes pada hari kedua, Selasa 14 Januari.
Mereka mengepung kantor Departemen Bea Cukai dan tetap menutup beberapa persimpangan jalan di ibukota Bangkok.
Para pengunjuk rasa menuntut agar pemerintahan Yingluck diganti dengan Dewan Rakyat yang tidak dipilih sebelum pemilihan umum digelar, yang sudah ditetapkan Yingluck akan berlangsung pada Minggu 2 Februari.
Yingluck sudah mengusulkan <link type="page"><caption> perundingan dengan kubu</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/01/140113_thailand_yingluck.shtml" platform="highweb"/></link><link type="page"><caption> oposisi</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/01/140113_thailand_yingluck.shtml" platform="highweb"/></link> untuk membahas penundaan pemilu dini namun tidak ditanggapi.
Mereka malah menegaskan akan tetap turun ke jalan sampai tuntutannya dipenuhi.
Kubu oposisi menuduh pemerintahan Yingluck dikendalikan oleh abangnya, mantan perdana menteri Thaksin Shinawatra, yang digulingkan militer dan saat ini tinggal di luar negeri.

Sumber gambar, AP
Sementara itu Wakil PM, Surapong Tovichakchaikul, menegaskan bahwa protes massal di Bangkok tidak membuat pemerintah melakukan kegiatan sehari-hari walau pengunjuk rasa mengepung sejumlah kantor pemerintah.
"Saat ini, beberapa kantor pemerintah tutup. Itu hanya penutupan gedung tapi pemerintah berjalan seperti biasa," tuturnya seperti dikutip kantor berita Reuters.









