Rusia bertekad 'kalahkan' teroris

Aparat keamanan di Volgograd
Keterangan gambar, Serangan terbaru menyebabkan bus gandeng meledak.

Rusia menyatakan tidak akan mundur menghadapi serangan teroris setelah dua serangan bom bunuh diri mengguncang kota <link type="page"><caption> Volgograd</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/12/131229_rusia_bom_volgograd.shtml" platform="highweb"/></link> selama dua hari berturut-turut.

Dalam pernyataan hari Senin (30/12), Kementerian Luar Negeri menyerukan solidaritas dalam memerangi terorisme.

"Kami tidak akan mundur dan akan meneruskan perjuangan konsisten melawan musuh yang berakal busuk yang hanya dapat dikalahkan secara bersama-sama," kata Kementerian Luar Negeri.

Kementerian Luar Negeri Rusia menyamakan serangan di Volgograd dengan tindakan kelompok militan di Amerika Serikat, Suriah dan negara-negara lain.

Sedikitnya 14 orang tewas dalam serangan hari ini atas bus gandeng yang dipenuhi penumpang pada jam-jam sibuk pagi hari waktu setempat.

Minggu kemarin (29/12), 17 orang tewas dalam ledakan di stasiun kereta.

Pengeboman ini menambah kekhawatiran tentang keamanan selama pelaksanaan Olimpiade Musim Dingin yang akan dilaksanakan di kawasan peristirahatan Sochi Februari mendatang.

Namun Komite Olimpiade Internasional mengatakan "tidak meragukan" kemampuan Rusia untuk mengamankan pesta olahraga tersebut.

Kementerian Luar Negeri Rusia tidak menuding siapa pun atas dua serangan terbaru ini, tetapi mengatakan bahwa serangan terjadi di tengah ancaman kelompok-kelompok militan Islam di Kaukasus Utara yang sebelumnya menyerukan perlawanan guna menggagalkan Olimpiade Musim Dingin.