Mesir bebaskan putra Mubarak dari satu dakwaan

Gamal Mubarak (berdiri kiri) dan Alaa Mubarak (kanan)
Keterangan gambar, Gamal Mubarak (berdiri kiri) dan Alaa Mubarak (kanan) di pengadilan bersama ayahnya.

Pengadilan Mesir membebaskan dua putra mantan presiden Husni Mubarak dari dakwaan penggelapan uang negara.

Namun Alaa dan Gamal Mubarak masih menghadapi pengadilan dalam dakwaan korupsi lainnya.

Selain itu, Ahmed Shafiq -perdana menteri <link type="page"><caption> Mesir</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/topik/mesir/" platform="highweb"/></link> terakhir di bawah pemerintahan Mubarak- dan 10 terdakwa lainnya juga dinyatakan tidak bersalah.

Shafiq saat ini melarikan diri ke Uni Emirat Arab tak lama setelah kalah dalam pemilihan presiden 2012 dengan pemenang Mohamed Morsi, yang <link type="page"><caption> digulingkan militer </caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/07/130703_militer_morsi.shtml" platform="highweb"/></link><link type="page"><caption> setahun kemudian.</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/07/130703_militer_morsi.shtml" platform="highweb"/></link>

Dia, secara in absentia, juga masih didakwa dengan kasus korupsi yang lain.

Dalam kasus ini, Shafiq didakwa menjual tanah dengan harga lebih murah dibanding harga pasar kepada kedua putra Mubarak -yang merupakan pengusaha terkemuka- yang membelinya dengan menggunakan dana publik.