Kunjungan PM Inggris ke Cina bertema perdagangan

David Cameron dan Li Keqiang
Keterangan gambar, KunjunganDavid Cameron didamiping lebih dari 100 pengusaha Inggris.

Perdana Menteri Inggris, David Cameron, menjanjikan kemitraan untuk pertumbuhan dan reformasi dalam kunjungannya ke Cina.

Kedatangannya ke Beijing, Senin 2 Desember, Cameron antara lain didampingi 100 pengusaha Inggris untuk lawatan dengan agenda hubungan perdagangan.

Dalam pertemuan dengan Perdana Menteri <link type="page"><caption> Cina</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/topik/cina/" platform="highweb"/></link>, Li Keqiang, Cameron mengatakan bahwa dia mendukung perdagangan bebas antara Uni Eropa dan Cina.

Gagasan perdagangan bebas ini masih ditentang oleh beberapa negara anggota Uni Eropa yang khawatir kawasan mereka akan kebanjiran barang-barang impor murah dari Cina.

Bagaimanapun, Komisi Eropa renananya akan memulai perundingan traktat investigasi pada awal tahun depan.

Selain itu kedua pemimpin juga akan membahas kesepakatan perdagangan Inggris dan yang diperkirakan senilai £1,8 miliar setiap tahunnya.

"Kami khususnya ingin mengeksplorasi semua kesempatan keterbukaan ekonomi, keterbukaan Inggris untuk investasi Cina, yang kami saksikan dalam jumlah besar selama beberapa bulan dan tahun. Namun juga kesempatan untuk membuka lebih lanjut hubungan perdagangan," tambah Cameron.

Perdana Menteri <link type="page"><caption> Inggris</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/topik/inggris_raya/" platform="highweb"/></link> ini tidak menyebut catatan hak asasi manusia maupun masalah Tibet sehingga para pegiat mengkritiknya lebih bertindak sebagai penjual dan bukan negarawan.

Salah satu pengusaha yang ikut bersama delegasi Cameron atalah raksasa farmasi, GlaxoSmithKline, yang menghadapi penurunan penjualan di Cina <link type="page"><caption> setelah terlibat skandal suap. </caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/majalah/2013/07/130718_bisnis_glaxosmithkline.shtml" platform="highweb"/></link>