Polisi bubarkan protes di Ukraina

Polisi di ibukota Ukraina, Kiev, memaksa para ratusan pemrotes untuk membubarkan diri, dengan memukul mereka dengan tongkat, seperti disampaikan oleh saksi.
Penyelenggara protes Sergei Milnichenko mengatakan polisi juga menggunakan gas air mata untuk membubarkan para demonstran pada Sabtu (30/11) pagi.
Demonstrasi selama satu hari dilakukan untuk menentang penolakan Presiden Viktor Yanukovych untuk menandatangani perjanjian asosiasi Uni Eropa.
Sebuah demonstrasi dengan jumlah massa yang lebih sedikit, mendukung keputusan presiden.
Polisi mengatakan keputusan untuk membubarkan demonstrasi di Lapangan Kemerdekaan setelah terjadi "sejumlah insiden", seperti disampaikan oleh kantor berita Ukraina Interfax.
Tak jelas apa yang dimaksud dengan insiden tersebut.
Sebuah laporan yang belum dikonfirmasi menyebutkan sejumlah orang terluka dalam peristiwa tersebut.
Pekan lalu, Presiden Yanukovych mengatakan dia menunda persiapan untuk menandatangani perjanjian asosiasi Uni Eropa yang akan membuka wilayah perbatasan untuk menjadi jalur barang-barang dan upaya mengurangi larangan perjalanan.
Dia mengatakan keputusan tersebut dilakukan karena ada tekanan dari Rusia. Yanukovych mengatakan bahwa Ukraina tak dapat mengorbankan hubungan perdagangan dengan Rusia, yang menentang kesepakatan tersebut.
Tetapi keputusan presiden tersebut memicu protes kemarahan di Kiev.
Jumat (29/11) lalu, sekitar 10.000 demonstran berkumpul di Lapangan Kemerdekaan, membawa bendera Ukraina dan Uni Eropa dan menyerukan kalimat "Ukraina adalah Eropa".









