Upaya evakuasi di Latvia terus dilakukan

latvia
Keterangan gambar, Banyak orang berdatangan memberikan karangan bunga di lokasi kejadian.

Regu penyelamat di ibukota Latvia, Riga, terus melakukan upaya evakuasi pada hari kedua di reruntuhan bangunan supermarket, menewaskan puluhan orang.

Mereka mengakui bahwa harapan untuk menemukan korban selamat sangat tipis.

Runtuhnya atap bangunan yang <link type="page"><caption> terjadi Kamis kemarin</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/11/131121_latvia_atap_runtuh.shtml" platform="highweb"/></link> menewaskan 51 orang, menjadi bencana terburuk Latvia sejak merdeka pada 1991 lalu.

Setidaknya ada 40 orang luka-luka dan 33 di antaranya di rawat di rumah sakit.

Belum jelas penyebab runtuhnya atap supermarket itu. Namun pejabat setempat mengatakan tampaknya atap ambruk karena beratnya beban tanah yang digunakan untuk membangun taman di atap tersebut.

<link type="page"><caption> Regu penyelamat berpacu dengan waktu</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/multimedia/2013/11/131122_foto_latvia.shtml" platform="highweb"/></link> untuk menemukan korban selamat dengan terus menggali puing-puing bangunan.

Mereka secara berkala mematikan mesin dan meminta keluarga koban hilang untuk menelpon kerabatnya sehingga regu bisa mendengar suara deringan telepon di balik reruntuhan.

Orang-orang terus berdatangan ke tempat lokasi kejadian untuk memberikan bunga dan lilin sebagai tanda duka cita, kata wartawan BBC Damien McGuinness di Riga.

Pemerintah Latvia telah mengumumkan tiga hari berduka, dimulai pada Sabtu ini.

Perdan Menteri Valdis Dombrovskis, yang mengunjungi tempat kejadian pada Jumat, mengatakan sebuah penyidikan kriminal telah dilakukan atas apa yang disebut sebgai "pelanggaran terhadap standar banguan".