Australia 'tak tergantung' Indonesia soal pencari suaka

Scott Morrison
Keterangan gambar, Scott Morrison mengakui Indonesia sebagai mitra sangat penting bagi Australia.

Menteri Imigrasi Australia Scott Morrison mengatakan program penghadangan perahu pencari suaka masih bisa berjalan tanpa kerja sama Indonesia setelah pemerintah Indonesia.

Pernyataan tersebut dikeluarkan setelah <link type="page"><caption> Indonesia menyatakan menghentikan sementara sejumlah kerja sama</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/berita_indonesia/2013/11/131120_sbyaustraliahalt.shtml" platform="highweb"/></link> termasuk masalah pencari suaka menyusul tuduhan bahwa Australia menyadap telepon Presiden Susilo Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, ibu negara, dan pejabat-pejabat lain.

Scott Morrison mengatakan operasi menghadang pencari suaka yang masuk ke wilayah Australia dengan menggunakan perahu tidak tergantung dengan satu mitra saja.

"Saya menegaskan bahwa operasi kami dirancang untuk tidak tergantung pada satu langkah atau mitra tunggal," katanya dalam keterangan pers di Sydney, Jumat (22/11).

Namun ia mengakui bahwa Indonesia adalah mitra sangat penting.

"Indonesia telah menjadi mitra sangat penting dan menjadi mitra yang bertindak sebagai warga internasional yang besar guna menangani momok penyelundupan manusia," kata menteri imigrasi seperti dikutip kantor berita AFP.

Sebuah surat kabar Australia melaporkan sekitar 1.150 pencari suaka berhasil dicegah menggunakan perahu di Indonesia, Malaysia, dan Sri Lanka dengan tujuan Australia.

Sebagian besar jumlah tersebut berada di Indonesia.

Disebutkan aksi mereka digagalkan karena adanya "gangguan" polisi di lapangan.