Israel "tinjau ulang" permukiman Tepi Barat

Netanyahu mengungkapkan hal tersebut setelah bertemu dengan Menteri Luar Negeri AS John Kerry.
Keterangan gambar, Netanyahu mengungkapkan hal tersebut setelah bertemu dengan Menteri Luar Negeri AS John Kerry.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sudah memerintahkan menteri perumahan untuk mempertimbangkan kembali rencana pembangunan lebih dari 20.000 rumah di Tepi Barat.

Dia mengatakan rencana yang diungkapkan oleh Menteri Perumahan Uri Ariel pada Selasa kemarin, akan menimbulkan perselisihan yang tidak diperlu dengan komunitas internasional.

AS mengatakan pihaknya "sangat khawatir" akan rencana Israel tersebut.

Palestina, di sisi lain, mengatakan akan mengajukan banding ke Perserikatan Bangsa-Bangsa, memperingatkan bahwa langkah Israel untuk membangun rumah baru untuk pemukim Yahudi ini akan menghentikan upaya pembicaraan damai.

Dalam pernyataannya, Netanyahu mengatakan langkah tersebut tidak akan memberikan kontribusi apapun kepada pemukin Yahudi dan "akan menimbulkan konfrontasi yang tidak perlu dengan komunitas internasional saat kita sedang berupaya untuk membujuk berbagai pihak untuk mencapai kesepakatan dengan Iran."

Netanyahu menyebut pembicaraan terbaru di Genewa tentang kontroversi <link type="page"><caption> program nuklir</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/11/131110_irannuclear.shtml" platform="highweb"/></link><link type="page"><caption> Tehran yang berakhir tanpa kesepakatan.</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/11/131110_irannuclear.shtml" platform="highweb"/></link>

Negosiasi antara Israel dan Palestina sebelumnya berakhir pada September 2010 juga karena masalah pemukiman.
Keterangan gambar, Negosiasi antara Israel dan Palestina sebelumnya berakhir pada September 2010 juga karena masalah pemukiman.

Pernyataan ini menambahkan bahwa Ariel telah menerima permintaan perdana menteri.

"Sangat khawatir"

Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas sebelumnya memperingatkan bahwa perundingan damai yang sedang diupayakan dengan Israel akan berakhir jika Israel melanjutkan konstruksi.

Orang-orang Palestina juga mengatakan mereka akan mengajukan banding ke PBB untuk segera membahas masalah tersebut.

Di Washington, juru bicara departemen luar negeri Jen Psaki mengatakan AS "sangat prihatin" dengan rencana Israel.

Dia menambahkan bahwa Amerika akan mencari "penjelasan lebih lanjut" dari Israel tentang masalah ini.

Pekan lalu, Menteri Luar Negeri AS John Kerry menekankan ketidaksetujuan Washington atas aktivitas pembangunan Israel itu dan menyebutnya sebagai sesuatu yang "tidak sah".

Pembicaraan damai Israel-Palestina yang diadakan bulan Juli menunjukkan sedikit tanda kemajuan.