Seruan Yingluck agar pengunjuk rasa memahami amnesti

Perdana Menteri Thailand, Yingluck Shinawatra, meminta khalayak umum memahami rancangan undang-undang amnesti yang kontroversial yang sudah diloloskan majelis rendah parlemen.
<link type="page"><caption> RUU itu masih menunggu pengesahan dari Senat</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/11/131101_thailand_amnesty.shtml" platform="highweb"/></link> namun ribuan warga <link type="page"><caption> Thailand </caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/topik/thailand/" platform="highweb"/></link>sejak pekan lalu sudah turun ke jalan untuk memprotesnya.
Hari Senin (04/11) <link type="page"><caption> sekitar 10.000 warga turun ke jalanan</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/multimedia/2013/11/131104_foto_thailand.shtml" platform="highweb"/></link><link type="page"><caption> di ibukota Bangkok</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/multimedia/2013/11/131104_foto_thailand.shtml" platform="highweb"/></link> menyatakan penolakan atas RUU dan sejumlah pengunjuk rasa masih bertahan dengan menginap sepanjang malam di jalanan.
Jika disahkan maka undang-undang itu akan memberi peluang bagi mantan PM Thaksin Shinawatra -yang merupakan abang Yingluck- untuk kembali ke Thailand tanpa diadili.
Para penentang juga berpendapat bahwa RUU memungkinkan para pelanggar hak asasi manusia bisa bebas dari pengadilan.
Kubu oposisi, Partai Demokrat, sejak awal sudah memperingatkan lolosnya RUU itu akan memicu unjuk rasa di jalanan dan tidak ikut dalam pemungutan suara di majelis rendah.
Untuk rekonsiliasi
Namun Yingluck mengatakan bahwa amnesti politik dibutuhkan untuk menyatukan kembali negara itu setelah kekacauan politik akibat digulingkannya Thaksin oleh kubu militer.
"Sejak pemerintahan ini berkuasa, pusat perhatiannya adalah pada rekonsiliasi" tuturnya dalam pidato TV yang disiarkan secara nasional.
"Dan amnesti bukan untuk melupakan pelajaran kita yang menyakitkan namun mempelajari agar tidak terulang lagi pada generasi masa depan."
Tujuh tahun setelah digulingkan, Thaksin masih tetap merupakan tokoh yang populer di kalangan pedesaan dan partai pendukungnya menang dalam dua pemilihan umum pascakudeta.
Thaksin, yang kini tinggal di pengasingan di Dubia, sudah dinyatakan bersalah dalam dakwaan korupsi pada 2008 namun dia menyatakan dakwaan itu bermotif politik.
Dalam pidatonya di TV, Yingluck juga menegaskan akan menerima keputusan Senat, yang diperkirakan akan diambil pekan depan.
"Saya mendesak semua senator mempertimbangkan RUU dengan landasan rekonsiliasi. Apa pun yang diputuskan Senat, jika menolak atau mengubahnya- saya yakin anggota parlemen dari majelis tendang akan menerimanya sesuai dengan proses parlemen," tegasnya.
Bagaimanapun, jika Senat menolaknya maka majelis rendah masih tetap bisa mengirimkannya untuk disetujui raja.









