Pejabat tinggi Pakistan tahu pesawat tanpa awak

Dokumen rahasia Amerika Serikat mengungkapkan beberapa pejabat tinggi Pakistan selama beberapa tahun mengetahui serangan pesawat tanpa awak.
Koran The Washington Post mendapatkan dokumen CIA dan memo diplomatik <link type="page"><caption> Pakistan</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/topik/pakistan/" platform="highweb"/></link> yang mengindikasikan para pejabat tersebut secara rutin mendapat penjelasan rahasia.
Para pengamat selama ini memang menduga pemerintah Pakistan memberi persetujuan yang tidak dinyatakan secara terbuka, walau di depan umum mengecamnya.
Terungkapnya dokumen rahasia ini bersamaan dengan kunjungan <link type="page"><caption> Perdana Menteri Pakistan, Nawaz Sharif,</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/10/131023_pakistan_as.shtml" platform="highweb"/></link><link type="page"><caption> ke Washington</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/10/131023_pakistan_as.shtml" platform="highweb"/></link> yang antara lain ingin mendapatkan jaminan agar serangan pesawat tanpa awak <link type="page"><caption> Amerika Serikat</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/topik/amerika_serikat/" platform="highweb"/></link> segera dihentikan.
"Saya juga mengangkat isu pesawa tanpa awak dalam pertemuan, menekankan penghentian serangan seperti itu," kata Shaif usai bertemu dengan Presiden Barack Obama, Rabu (23/10).
Serangan pesawat tanpa awak yang diatur oleh CIA menjadi salah satu kerikil ganjalan dalam hubungan antara kedua negara.
Belum ada tanggapan
Pemerintah Pakistan belum memberi komentar atas dokumen yang diterbitkan oleh The Washington Post.
Juru bicara Kedutaan Besar Pakistan di Washington tidak memberi tanggapan atas permintaan komentar dari koran tersebut dan CIA juga menolak memberikan penjelasan.
Bagaimanapun pada Agustus 2008, Yousuf Raza Gilani yang masih menjabat perdana menteri dilaporkan tidak terlalu mempermasalahkan serangan itu.
"Saya tidak peduli mereka melakukannya jika mendapatkan orang yang tepat. Kami akan protes di Majelis Nasional dan kemudian melupakannya," tuturnya saat itu seperti dikutip berbagai media.
Walau beberapa pemimpin militan tewas akibat serangan pesawat tanpa awak, sejumlah korban sipil juga berjatuhan.
Dua organisasi hak asasi internasional, <link type="page"><caption> Amnesty International</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/10/131022_amerika_pesawat.shtml" platform="highweb"/></link><link type="page"><caption> dan Human Right Watch</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/10/131022_amerika_pesawat.shtml" platform="highweb"/></link> mengecam serangan tersebut karena menyebabkan tewasnya korban, yang sama sekali tidak menjadi ancaman keamanan.
Sebelumnya PBB mendesak Washington agar menyerahkan data tentang <link type="page"><caption> serangan pesawat tanpa awak</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/10/131018_amerika_pesawattanpaawak.shtml" platform="highweb"/></link> dan jumlah korban sipil.









