AS dikecam karena serangan pesawat tanpa awak

Dua organisasi hak asasi manusia mengecam keras Amerika Serikat yang melakukan serangan pesawat tanpa awak yang menewaskan warga sipil.
Menurut Amnesty International sejumlah korban dari sembilan serangan pesawat tanpa awak di kawasan Waziristan Utara, <link type="page"><caption> Pakistan,</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/topik/pakistan/" platform="highweb"/></link> ternyata tidak bersenjata.
Para korban, tambah AI, tidak terlibat dalam pertempuran bersenjata dan bukan merupakan ancaman keamanan.
Serangan pesawat tanpa awak juga disebut meninggalkan luka yang dalam di kalangan warga yang sudah menderita trauma akibat serangan kelompok militan al-Qaeda, Taliban, dan militer Pakistan.
Dalam laporan terpisah, Human Rights Watch, melaporkan tentang enam serangan pesawat tak berawak AS di Yaman dan dua serangan menewaskan warga sipil.
HRW menegaskan bahwa serangan seperti itu melanggar hukum internasional.

Sejumlah warga Pakistan sudah beberapa kali mengungkapkan kemarahan atas serangan pesawat tak berawak AS.
Janji penghentian
Serangan pesawat tak berawak sering dilancarkan pemerintah <link type="page"><caption> Amerika Serikat</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/topik/amerika_serikat/" platform="highweb"/></link> untuk memburu para pendukung al-Qaeda dan Taliban.
Washington tidak bersedia memberi komentar kasus per kasus terkait serangan tersebut sehingga tidak banyak rincian yang bisa diketahui.
Bagaimanapun sejumlah pemimpin senior al-Qaeda dan Taliban tewas akibat serangan pesawat tanpa awak, bersama dengan warga sipil.
Pekan lalu PBB mendesak Amerika Serikat <link type="page"><caption> menyerahkan</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/10/131018_amerika_pesawattanpaawak.shtml" platform="highweb"/></link><link type="page"><caption> data tentang serangan pesawat tanpa awak</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/10/131018_amerika_pesawattanpaawak.shtml" platform="highweb"/></link> dan jumlah korban sipil.
Pelapor khusus PBB, Ben Emmerson, memperkirakan sedikitnya 400 warga sipil tewas di Pakistan, jumlah yang jauh lebih tinggi dari yang diakui AS.
Dia juga menuduh AS melanggar hukum internasional dengan menggunakan kekuatan mematikan di luar kawasan perang.
Menteri Luar Negeri AS, John Kerry, dalam kunjungan ke Pakistan pada bulan Agustus sudah berjanji akan mengakhiri <link type="page"><caption> operasi serangan</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/08/130801_kerry_pesawat_tanpa_awak.shtml" platform="highweb"/></link><link type="page"><caption> pesawat tanpa awak</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/08/130801_kerry_pesawat_tanpa_awak.shtml" platform="highweb"/></link> sesegera mungkin.









