Iran siap melakukan pembicaraan terkait program nuklirnya

Hassan Rouhani
Keterangan gambar, Presiden Hassan Rouhani mengatakan siap berdialog terkait program nuklir Iran.

Presiden Iran, Hassan Rouhani mengatakan dia siap terlibat dalam pembicaraan yang disebutnya 'terikat dengan waktu dan berorientasi pada hasil' terkait program nuklir di negaranya.

Dia menyampaikan hal tersebut dalam pertemuan tahunan Majelis Umum PBB di New York, AS hari Selasa (24/09) waktu setempat.

Dalam kesempatan itu dia juga mengatakan sanksi terhadap Iran meruapakan sebuah pelanggaran.

Rouhani juga menyambut baik sikap Suriah yang menerima keberadaan Konvensi Senjata Kimia dan mengutuk penggunaan senjata kimia oleh negara itu.

Sebelumnya Presiden AS, Barack Obama mengatakan dia telah mendorong Rouhani untuk terlibat dalam apa yang disebutnya sebagai sebuah '<link type="page"><caption> pembicaraan yang lebih moderat.</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/09/130924_pbb_iran_amerika_nuklir.shtml" platform="highweb"/></link>'

Obama di depan Majelis Umum PBB mengatakan pendekatan diplomatik terkait isu program nuklir di Iran perlu coba dilakukan.

Rouhani yang terpilih sebagai presiden Iran pada awal tahun ini telah mengatakan akan melakukan pendekatan yang lebih terbuka dalam menjalin hubungan dengan negara lain.

Saat ini Iran tengah dikenai sanksi oleh PBB dan negara barat karena terus menjalankan program nuklir yang dinilai kontroversial.

Dalam sejumlah kesempatan Iran mengatakan program tersebut untuk tujuan damai namun AS dan sekutunya, termasuk Israel mencurigai pemimpin Iran berupaya untuk membangun senjata nuklir.

"Iran tentu saja tidak akan menjadi ancaman bagi negara dunia dan kawasan sekitarnya," kata Rouhani.

Ketidakpercayaan Israel

Dia menyebut adanya ancaman Iran sebagai sebuah hal yang tidak nyata.

"Senjata nuklir dan senjata pemusnah massal lainya tidak ada dalam kebijakan keamanan Iran dan doktrin pertahanan, berlawanan dengan dasar agama kami dan keyakinan etis."

Rouhani berharap dunia menghapus kekhawatiran terhadap program nuklir damai negara itu.

Namun pidato Rouhani gagal membuat Israel percaya dan menyebutnya sebagai pidato yang 'sinis dan penuh kemunafikan.'

"Pidato itu tidak menunjukan upaya untuk menghentikan program nuklir militer Iran dan tidak ada komitmen untuk mematuhi keputusan Dewan Keamanan PBB," kata PM Benjamin Netanyahu dalam pernyataannya.

Rencananya pada hari Kamis (26/09) Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif akan bertemu dengan Menteri Luar Negeri AS John Kerry untuk membicarakan program nuklir Iran.

Pertemuan ini merupakan pertemuan formal diantara kedua negara yang jarang terjadi.

Selain dengan Kerry, pertemuan itu akan dihadiri juga oleh menteri luar negeri dari empat anggota tetap Dewan Keamanan PBB lainnya - Inggris, China, Prancis dan Rusia - serta Jerman.