Maduro kecam larangan terbang AS

Nicolas Maduro
Keterangan gambar, Belum ada tanggapan dari AS terhadap tuduhan yang disampaikan Maduro.

Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, mengecam tindakan yang menurutnya larangan bagi pesawat yang membawanya untuk terbang di udara Amerika Serikat.

Dalam pidatonya di ibukota Karakas, Maduro juga menuduh pemerintah Washington menolak visa untuk salah seorang pejabat tinggi Venezuela yang akan menghadiri sidang PBB pekan depan.

Para pejabat <link type="page"><caption> Amerika Serikat</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/topik/amerika_serikat/" platform="highweb"/></link> tidak memberikan komentar atas tuduhan Maduro itu.

Menurut Maduro, pihak berwenang Amerika Serikat melarang pesawatnya terbang di atas sebuah pulau di dekat Puerto Rico, yang masuk wilayah Amerika Serikat. Maduro akan melintasi kawasan itu dalam perjalanan ke Cina.

Menurutnya larangan tersebut sebagai sebuah serangan yang serius sementara Menteri Luar Negerinya, Elias Jaua, menyebutkan sebagai agresi lain dari imperialisme AS.

Tuduhan penggrebekan

Media di Puerto Rico mengutip para pejabat setempat yang mengatakan tidak mengetahui tuduhan atas larangan terbang dan menegaskannya sebagai urusan pemnerintah federal Amerika Serikat.

Hubungan Venezuela dan AS memburuk sejak pemerintahan mendiang Hugo Chavez hingga terpilihnya Maduro dalam pemilihan April tahun ini.

Bulan Juli, Venezuela mengumumkan akan menghentikan upaya untuk memulihkan hubungan diplomatik dengan AS setelah seorang diplomat senior AS menuduh terjadi penggrebekan atas masyarakat madani di Venezuela.

Washington juga membuat marah pemerintah Caracas karena mendukung tuntutan kubu oposisi Venezuela untuk melakukan penghitungan ulang atas <link type="page"><caption> pemilihan presiden April lalu,</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/04/130415_nicolas_maduro_menang_pe" platform="highweb"/></link><link type="page"><caption> yang dimenangkan dengan tipis oleh Maduro.</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/04/130415_nicolas_maduro_menang_pe" platform="highweb"/></link>

Kedua negara terakhir kalinya memiliki duta besar di masing-masing negara pada tahun 2010.