Kepolisian Afrika Selatan 'berbohong tentang penembakan'

Pemogokan di tambang Afrika Selatan
Keterangan gambar, Penembakan 34 penambang yang mogok mengejutkan Afrika Selatan.

Kepolisian Afrika Selatan berbohong tentang penembakan Marikana tahun lalu yang menewaskan 34 orang penambang yang mogok, menurut komisi penyelidikan.

Komisi mengatakan polisi memalsukan atau menahan dokumen serta memberikan informasi salah tentang kejadian itu.

<link type="page"><caption> Penembakan di tambang platina </caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2012/08/120817_mogoktambangafsel.shtml" platform="highweb"/></link><link type="page"><caption> bulan Agustus 2012</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2012/08/120817_mogoktambangafsel.shtml" platform="highweb"/></link> itu mengejutkan Afrika Selatan.

Polisi mengatakan mereka bertindak untuk membela diri, setelah dua personel ditusuk mati para pengunjuk rasa.

<link type="page"><caption> Komisi itu dibentuk oleh Presiden Afrika Selatan Jacob Zuma</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2012/08/120818_zuma_striking_miners.shtml" platform="highweb"/></link> menyusul tewasnya penambang yang melakukan pemogokan.

Pernyataan itu muncul 10 hari setelah komisi dapat membuka komputer polisi.

Dokumen dibuat setelah kejadian

"Kami telah mendapatkan dokumen yang menurut SAPS (Kepolisian Afrika Selatan) sebelumnya tidak pernah ada..."

"Kami telah memperoleh dokumen yang menurut kami menunjukkan bahwa versi (polisi) tentang kejadian di Marikana...tidak sesuai dengan kenyataan," kata komisi.

Tambang itu dioperasikan oleh perusahaan platina, Lonmin.

"Kami telah memperoleh dokumen yang menunjukkan....dokumen itu dibuat setelah kejadian."

"Yang tidak ada adalah penjelasan yang meyakinkan. Materi yang kami temukan memiliki konsekuensi serius terkait tindakan lebih lanjut komisi ini," tambah laporan itu.

Komisi mengatakan pertemuan lebih lanjut akan ditunda sampai Rabu pekan depan sehingga para penyelidik dapat membawa ribuan halaman dokumen yang diserahkan kepolisian.