Terdakwa pemerkosaan beramai-ramai dihukum mati

Mobil polisi
Keterangan gambar, Mobil polisi yang diyakini mengangkut empat tersangka tiba di pengadilan Saket di Delhi.

Pengadilan India menjatuhkan hukuman mati bagi empat terdakwa yang dinyatakan bersalah dalam kasus pemerkosaan beramai-ramai terhadap seorang mahasiswi di bus di Delhi Desember lalu.

Hakim Yogesh Khanna mengatakan kasus ini masuk dalam kategori paling jarang sehingga terdakwa layak dijatuhi hukuman mati.

"Pada saat kejahatan terhadap perempuan meningkat, pengadilan tidak boleh menutup mata terhadap tindakan brutal ini," kata Khanna ketika menjatuhkan hukuman pada Jumat (13/09).

Salah seorang terdakwa, Vinay Sharma, menangis keras ketika mendengar hukuman yang dijatuhkan kepadanya.

Keempat terdakwa mengangkut mahasiswi berusia 23 tahun di dalam bus dan mereka beramai-ramai memperkosanya di dalam bus sambil berkeliling kota sebelum mereka membuang mahasiswa itu di pinggir jalan.

Protes

Berdasarkan undang-undang India, mereka berhak mengajukan banding ke Mahkamah Agung dan memohon pengampunan ke presiden.

"Ini bukan kemenangan kebenaran. Tetapi ini adalah kekalahan keadilan," kata pengacara terdakwa A.P. Singh seperti dikutip kantor berita AP.

Seorang remaja yang turut terlibat dalam pemerkosaan ini telah dijatuhi hukuman penjara selama tiga tahun. Tersangka keenam ditemukan tewas di penjara Maret lalu.

Peristiwa tersebut menggemparkan India dan <link type="page"><caption> menyulut gelombang protes</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2012/12/121218_india_perkosaan_bus.shtml" platform="highweb"/></link> di seluruh negeri. Pihak berwenang kemudian memberlakukan undang-undang baru yang ketat mengenai kekerasan terhadap perempuan.

Menjelang pembacaan hukuman, berbagai kelompok menggelar protes di Delhi dan menuntut agar terdakwa dijatuhi hukuman gantung.