Pendukung Morsi tewas ditembak di Kairo

Sedikitnya 15 orang tewas setelah tentara menembaki para pendukung Presiden Mohammed Morsi yang melakukan aksi duduk di Kairo, kata sejumlah laporan.
Seorang saksi mata dari Ikhwanul Muslimin mengatakan pada BBC bahwa tentara menggunakan peluru tajam untuk membubarkan massa di wilayah Kota Nasr.
Puluhan orang terluka dan dibawa ke rumah sakit darurat.
Morsi, presiden Islamis pertama Mesir, <link type="page"><caption> dikudeta oleh militer</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/07/130703_militer_morsi.shtml" platform="highweb"/></link> pekan lalu pasca demonstrasi massal menentang kepemimpinannya.
Saksi mata mengatakan pasukan militer membubarkan aksi di luar gedung Garda Kepresidenan, tempat Morsi diduga ditahan, sekitar pukul 04:00 waktu setempat (08:00 WIB) saat para demonstran sedang melakukan sholat Subuh.
Luka tembak di kepala
Media Mesir melaporkan bahwa pasukan militer dan polisi melepaskan tembakan ke arah kelompok demonstran yang hendak memanjat dinding bangunan.
Juru bicara Ikhwanul Muslimin Mostafa el-Khatib mengatakan pada wartawan BBC Ahmed Maher di Kairo bahwa ia melihat tujuh jenazah di rumah sakit dengan luka tembak di dada dan kepala.
Militer belum mengeluarkan pernyataan apa pun terkait klaim tersebut.
Hari Minggu, puluhan ribu pendukung dan oposisi Morsi berunjuk rasa di berbagai kota di Mesir.
Morsi digantikan oleh <link type="page"><caption> Adly Mansour</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/07/130704_mesir_adly_mansour_presiden.shtml" platform="highweb"/></link>, yang dilantik pada hari Kamis.
Mansour adalah kepala Mahkamah Konstitusi dan ia menjanjikan pemilihan umum akan digelar secepatnya.









