Kecaman AS dan PBB atas kekerasan di Mesir

Foto Mohamed Morsi
Keterangan gambar, Saa ini Mohammed Morsi ditahan bersama dengan sejumlah tokoh senior Ikhwanul Muslimin.

Amerika Serikat dan PBB mengecam kekerasan di Mesir pada hari Jumat menyusul penggulingan Presiden Mohammed Morsi yang menewaskan 36 orang.

Departemen Luar Negeri Amerikat Serikat mendesak para pemimpin <link type="page"><caption> Mesir</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/topik/mesir/" platform="highweb"/></link> menghentikan kekerasan sementara Sekjen PBB, Ban Ki-moon, meminta agar para pengunjuk rasa dilindungi.

Laporan terakhir menyebutkan 36 orang tewas dan 1.000 lainnya cedera dalam kekerasan Jumat (05/06) akibat <link type="page"><caption> bentrokan antara pendukung dan penentang</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/07/130706_mesir_bentrok.shtml" platform="highweb"/></link><link type="page"><caption> Presiden Mohammed Morsi.</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/07/130706_mesir_bentrok.shtml" platform="highweb"/></link>

"Kami menyerukan kepada semua pemimpin di Mesir untuk mengecam penggunaaan kekuatan dan mencegah kekerasan lebih lanjut di antara para pendukung," seperti ditulis juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Jen Psaki, dalam pernyataannya.

Hari Sabtu 6 Juli, para pendukung Presiden Morsi menggelar unjuk rasa di kawasan Nasr City di ibukota Kairo.

Pihak militer sudah mengeluarkan pernyataan di Facebook yang membantah tekanan dari para komandan di lapangan kepada pemimpin militer untuk mengembalikan Morsi ke kursi presiden.

Krisis politik berlanjut

Sementara itu juru bicara Sekjen PBB menyampaikan desakan agar semua warga Mesir bekerja sama dengan damai untuk kembali ke pemerintah sipil.

Pernyataan juga mengharapkan agar semua rakyat Mesir, termasuk perempuan, harus menjadi bagian dari proses melangkah ke depan.

"Para pemimpin politik Mesir memiliki memiliki tanggung jawab untuk memberi tanda, dengan kata-kata maupun tindakan, atas komitmen mereka bagi dialog damai dan demokratis yang mencakup semua konstituen di Mesir, termasuk perempuan," jelas Fahan Haq.

Krisis politik di Mesir berlanjut setelah <link type="page"><caption> militer Mesir menggulingkan</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/07/130703_militer_morsi.shtml" platform="highweb"/></link><link type="page"><caption> Presiden Morsi,</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/07/130703_militer_morsi.shtml" platform="highweb"/></link> yang menghadapi gelombang unjuk rasa dari para penentangnya yang menganggap dia lebih mengutamakan kepentingan kelompoknya, Ikhwanul Muslimin, dibanding kepentingan rakyat Mesir.

Saat ini Morsi -yang merupakan presiden pemimpin pertama yang dipilih melalui pemilihan demokratis setelah jatuhnya Presiden Hosni Mubarak- ditahan bersama dengan sejumlah tokoh senior Ikhwanul Muslimin.

Militer menunjuk <link type="page"><caption> Ketua Mahkamah Konstitusi Mesir, Adly Mahmud</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/07/130704_mesir_adly_mansour_presiden.shtml" platform="highweb"/></link><link type="page"><caption> Mansour, sebagai sebagai presiden sementara</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/07/130704_mesir_adly_mansour_presiden.shtml" platform="highweb"/></link> yang berjanji akan menggelar pemilu dalam waktu dekat.