Abu Qatada diesktradisi ke Yordania

Ulama radikal yang diminati sejumlah negara karena sangkaan terorisme, Abu Qatada, akhirnya dibawa ke Yordania setelah perang hukum antara pemerintah Inggris dan pengacaranya selesai.
Adu argumentasi antara kubu Qatada dan pemerintah Inggris sudah berlangsung sejak penahanannya dimulai tahun 2001, namun ia selalu lolos dari upaya ekstradisi ke negara lain yang ingin mengadilinya.
Bulan lalu pemerintah Inggris dan Yordania menandatangani kesepakatan untuk tak menggunakan bukti-bukti dalam persidangan yang diperoleh dari upaya penyiksaan.
Qatada diterbangkan dari sebuah landasan udara militer dekat London menuju kota Amman di Yordania.
Pemerintah Yordania, seperti ditulis kantor berita AFP, mengatakan akan mengejar "kredibilitas dan transparansi" dalam upaya mengadili Abu Qatada.
Disidang dengan adil
Abu Qatada akan diterbangkan dini hari Minggu (07/07) waktu Inggris kata juru bicara Kementrian Informasi Mohammad Momani seperti dikutip dari kantor berita pemerintah setempat, Petra.
"Deportasi Abu Qatada yang merupakan buah dari koordinasi dan kerjasama pemerintah Yordania dan Inggris ini membawa pesan bahwa tiap buron akan dikejar dan diadili di negeri ini," tambah Momani.
Ia juga mengatakan Qatada akan disidangkan dengan adil.
"Hukum di kerajaaan ini menjamin tersangka diadili dengan seadil-adilnya. Pengadilan di Yordania punya integritas dan menghormati HAM."
Tahun 1999 Abu Qatada sudah dijatuhi hukuman mati akibat dakwaan terlibat konspirasi melakukan aksi teror termasuk dalam penyerangan sekolah Amerika di Amman, namun hukuman itu kemudian dikurangi menjadi seumur hidup kerja paksa.









