Keluarga Mandela diminta 'berdamai'

Dua pemimpin Afrika Selatan telah meminta keluarga Mandela untuk mengakhiri peseteruan mengenai pemakaman kembali tiga anak-anak peraih nobel perdamaian itu.
Permintaan itu disampaikan oleh Uskup besar Demond Tutu dan Presiden Jacob Zuma.
Wakil presiden Kgalema Motlanthe mengatakan perselisihan tersebut dapat diselesaikan dengan 'cara yang bermartabat'.
Uskup besar Desmond Tutu meminta keluarga tidak 'menodai' nama Mandela dengan percekcokan tersebut.
Mandela, 94 tahun, telah menghabiskan waktu selama empat pekan di sebuah rumah sakit di Pretoria dimana dia menjalani perawatan dan berada dalam kondisi kritis.
Setelah mengunjungi tokoh anti-apartheid tersebut, Presiden Jacob Zuma mengeluarkan pernyataan yang membantah bahwa Mandela dalam kondisi tidak sadar.
"Sebuah tim dokter, perawat dan paramedis dan ahli kesehatan profesional merawat Madiba selama 24 jam," kata dia, merujuk pada Mandela dengan nama klannya.
"Madiba masih dalam kondisi kritis, tetapi dalam kondisi stabil. Dokter membantah bahwa mantan presiden dalam kondisi tidak sadarkan diri."
Pernyataan itu disampaikan setelah sebuah arsip pengadilan atas nama putri tertua Mandela pada 26 Juni lalu, menyebutkan kondisi kesehatannya 'membahayakan' dan dia 'dibantu alat pernapasan dengan mesin," seperti diberitakan kantor berita AFP.
Mandela menjalani perawatan di rumah sakit pada 8 Juni karena infeksi paru-paru. Istrinya, Graca Machel, mengatakan dia kadang ''tidak nyaman, tetapi tidak pernah merasa kesakitan".
'Sangat sedih'
Kamis lalu, jenazah tiga anaknya dikuburkan kembali di pemakaman aslinya di Desa Qunu, Afrika Selatan.
Pengadilan memerintahkan agar jasad ketiga anak Mandela dimakamkan kembali di tempat asal di Mvezo.
Perintah pengadilan ditujukan kepada cucu laki-laki tertua, Mandla Mandela yang memindahkan jasad tiga anak Nelson Mandela pada 2011 dari Qunu ke kota kelahiran Mandela di Mvezo.
Sebelum dikuburkan, polisi melakukan uji forensik untuk memastikan jenazah tersebut benar anak-anak Mandela.
Dalam keterangan persnya, Mandla menuduh sejumlah kerabatnya berupaya untuk mengontrol aset milik kakeknya.
"Dalam beberapa hari terakhir, saya telah menjadi target dari serangan sejumlah induvidu yang menginginkan ketenaran dan perhatian media," kata dia.
Belakangan ini, Wakil Presiden Motlanthe mengkritik tindakan keluarga Mandela dalam siaran radio di Johannesburg.
"Ini sangat menyedihkan, tetapi kami melanjutkan untuk menjaga keluarga dan Madiba melalui doa kami dan berharap, terus berharap, bahwa Madiba akan pulih dan juga keluarganya dapat mengatasi masalah internal sendiri secara bermartabat," kata dia.
Uskup besar Tutu, yang meraih Nobel Perdamaian atas upayanya memperjuangkan minoritas, meminta akan keluarga Mandela mengakhiri perbedaan.
"Tolong, tolong, tolong kita tidak berpikir mengenai diri sendiri? ini seperti meludahi muka Mandela," kata dia dalam sebuah pernyataan.









