Amnesty kecam 'ketidakpedulian' internasional

Lembaga pegiat hak asasi manusia, Amnesty International, mengecam pemerintahan negara-negara di dunia yang tidak melakukan intervensi dalam situasi darurat seperti di Suriah dengan alasan kedaulatan negara.
Dalam laporan tahunannya, Amnesty juga mengecam para pemimpin dunia karena lebih mementingkan kontrol imigrasi dibandingkan hak asasi.
Studi itu juga mendokumentasikan penyiksaan di 112 negara.
Amnesty mengkritik PBB atas hal yang mereka sebut sebagai ketidaktanggapan terhadap pelanggaran hak-hak asasi manusia.
<link type="page"><caption> Suriah</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/topik/suriah/" platform="highweb"/></link> menjadi contoh negara tempat kejahatan perang telah terjadi, menurut Amnesty.
"Selama dua tahun, militer dan pasukan keamanan Suriah melakukan serangan keji dan menangkap, menyiksa serta membunuh orang-orang yang mereka tuduh mendukung pemberontak," kata Sekjen Amnesty, Salil Shetty.
"Kelompok-kelompok oposisi bersenjata juga telah melakukan pembunuhan dan penyiksaan meski dalam skala yang lebih kecil."
Kegagalan Dewan Keamanan PBB untuk bertindak ini dibela oleh Rusia dan Cina sebagai penghormatan terhadap kedaulatan negara Suriah, tambahnya.
"Ide bahwa tidak ada negara atau komunitas internasional yang harus bertindak cepat untuk melindungi rakyat sipil ketika pemerintah dan pasukan keamanan sebuah negara menyerang rakyat mereka sendiri kecuali mereka mendapat imbalan, sungguh tidak bisa diterima," kata Shetty.









