Pertikaian warnai mogok makan tahanan Guantanamo

tahanan guantanammo
Keterangan gambar, Belasan tahanan terlibat aksi mogok makan di penjara Guantanamo.

Sejumlah tahanan dan penjaga di Penjara Teluk Guantanamo terlibat pertikaian saat pengelola melakukan pemindahan terhadap tahanan dari sel mereka.

Mereka yang akan dipindahkan ini merupakan bagian dari belasan tahanan yang melakukan aksi mogok makan.

Juru Bicara Militer AS mengatakan pemindahan ini dilakukan setelah sejumlah tahanan menutupi kamera pengawas dan jendela ruang tahanan.

Dia mengatakan para tahanan itu juga menggunakan 'senjata buatan mereka" dan untuk menanggapi aksi para tahanan tersebut petugas menembakan empat peluru yang tidak mematikan.

Pentagon mengatakan ada 43 tahanan di penjara tersebut yang melakukan aksi mogok makan namun pengacara mereka mengatakan jumlah yang melakukan aksi mogok makan jauh lebih besar dari angka yang disebutkan oleh Pentagon.

Pejabat militer mengatakan hampir belasan orang tahanan dipaksa untuk makan makanan mereka.

Tidak luka serius

Komandan Militer AS di wilayah Selatan, Kapten Robert Duran mengatakan tidak ada yang mengalami luka serius dalam insiden pertikaian antara para penjaga dengan tahanan pada hari Sabtu (13/04) waktu setempat.

"Saya tahu ada satu tahanan yang dipukul dalam insiden tersebut dan mengalami luka ringan, hanya memar saja," kata Kolonel Greg Julian kepada Associated Press.

Pengacara sejumlah tahanan mengecam aksi yang dilakukan oleh pengelola penjara.

Salah satu perwakilan sejumlah tahanan, Carlos Warner mengatakan kepada AP bahwa 'pihak militer telah memicu eksalasi konflik.'

Aksi mogok makan telah terjadi berulang kali di Guantanamo namun aksi yang terjadi terakhir ini merupakan aksi mogok makan yang paling lama dan cukup meluas.

Pejabat di Penjara Guantanamo menolak klaim yang mengatakan aksi mogok makan ini dipicu oleh kesalahan petugas dalam memperlakukan copy kitab Al Quran saat melakukan penggeledahan terhadap para tahanan di sel mereka.