Musharraf tidak takut ancaman Taliban

Mantan Presiden Pakistan, Pervez Musharraf mengatakan dia tidak mengkhawatirkan ancaman pembunuhan yang disampaikan oleh Taliban.
Ancaman terhadap Musharraf ini muncul ditengah rencananya untuk kembali ke Pakistan dari lokasi pengasingan.
Musharraf sebelumnya mengasingkan diri di luar negeri sejak mengundurkan diri pada 2008 dan selama ini dia kerap menghabiskan waktunya untuk tinggal di Dubai dan London.
Saat berada di Dubai beberapa waktu lalu Musharraf mengatakan Taliban telah mencoba untuk membunuhnya namun selalu gagal.
Dia juga mengatakan selama ini dia selalu berhati-hati dan melakukan langkah antisipasi karena tidak selamanya kondisi keamanannya akan terjamin dari ancaman serangan kelompok yang tidak menyukainya.
Musharaf sendiri kembali ke Pakisnta untuk memimpin partainya yang akan terjun dalam pemilu bulan Mei mendatang.
Tidak ditangkap
Ancaman terhadap Musharraf diketahui lewat sebuah video yang dikeluarkan oleh kelompok Taliban.
Dalam video itu Taliban mengatakan mereka akan membunuh Musharraf dengan aksi serangan bom bunuh diri dan penembak jitu.
Sebelumnya Musharraf juga menghadapi sejumlah dakwaan di Pakistan, termasuk konspirasi pembunuhan mantan Perdana Menteri Benazir Bhutto pada 2007 dan dakwaan melakukan penangkapan para hakim secara tidak sah.
Namun pada hari Jumat (22/03) otoritas Pakistan memberilam jaminan perlindungan dalam sejumlah kasus sehingga ia bisa pulang ke Pakistan tanpa risiko ditangkap setibanya di negara itu.
Dia dikabarkan akan menuju Karachi setibanya nanti di Pakistan.
Mantan pemimpin militer itu telah beberapa kali mengeluarkan pernyataan untuk kembali ke negaranya namun tidak pernah terwujud.









