Konklaf hari pertama tanpa hasil

konklaf
Keterangan gambar, Konklaf hari pertama sudah diperkirakan tidak langsung mencapai hasil positif.

Para Kardinal Gereja Katolik gagal memilih paus baru di hari pertama konklaf di Vatikan.

Asap hitam mengepul keluar dari Kapel Sistine mengindikasikan pemilihan pertama ini berakhir buntu.

115 kardinal ini akan memilih empat kali dalam sehari hingga mencapai dua pertiga suara untuk menyepakati seorang kandidat.

Pemilihan pertama berlangsung sejak para kardinal memasuki konklaf Selasa sore, dan memang sudah diperkirakan tidak langsung mencapai hasil yang positif.

Kerumunan massa yang berkumpul melawan hujan dan cuaca dingin di Lapangan Santo Petrus juga menanti keputusan para kardinal ini.

Saat asap hitam terlihat keluar dari cerobong, massa langsung bersorak meski tahu belum ada paus baru yang terpilih.

Para kardinal pemilih saat ini telah kembali ke kamar mereka dan akan balik ke kapel Rabu pagi untuk kembali melakukan pemilihan.

Konklaf kali ini berlangsung pasca pengunduran diri Benediktus XVI yang mengejutkan kalangan gereja Katolik.

Pengunduran diri Paus Benediktus dan citra gereja yang memburuk akibat sejumlah insiden pelecehan dan korupsi membuat pemilihan kali ini menjadi sulit untuk diprediksi.

Isolasi

Konklaf berlangsung dalam sebuah ruangan yang diisolasi mulai berlangsung pukul 16:30 waktu setempat, 115 kardinal memasuki Kapel Sistine Chapel, sambil meneriakan pujian doa Litany of the Saints.

Setiap kardinal masuk ke ruangan dan menempatkan tangan di Injil untuk bersumpah dalam bahasa Latin.

Setelah itu Monsignor Guido Marini, pemimpin upacara kepausan, mengucapkan kalimat "Extra omnes" - "Semua orang keluar'' - dan pintu kapel dikunci dari luar.

Dan sejak saat itu semua kardinal pemilih akan makan, memberikan suara dan tidur di kawasan tertutup sampai asap putih keluar dari cerobong menandakan seorang paus baru telah terpilih.