Siaga terorisme di Belanda ditingkatkan

Pemerintah Belanda meningkatkan siaga terorisme dari 'terbatas' menjadi 'kuat', yang merupakan kedua tertinggi dalam tingkat peringatan di negara itu.
Koordinasi Nasional untuk Keamanan dan Kontraterorims (NCTV) dalam pernyataan Rabu 13 Maret mengatakan alasannya adalah peningkatan militan Islam asal Belanda yang pergi ke Suriah untuk terlibat dalam perang saudara di sana.
Selain itu disebutkan juga terjadi peningkatan radikalisasi kaum muda Belanda.
"Peluang serangan di Belanda atau atas kepentingan Belanda di luar negeri meningkat," seperti tertulis dalam pernyataan NCTV.
"Sekitar seratus individu baru-baru ini meninggalkan Belanda ke beberapa negara di Afrika dan Timur Tengah, khususnya Suriah."
NCTV mengungkapkan kekhawatiran bahwa individu yang berjuang ke luar negeri itu kemungkinan akan pulang kembali dan bisa mempengaruhi kaum muda lainnya.
Turunnya Ratu Beatrix
Ditambahkan bahwa Kepolisian dan dinas intelijen juga sudah mengerahkan personil tambahan untuk menyelidiki para tersangka teroris.
Keamanan menjadi perhatian utama di Belanda dalam waktu dua bulan mendatang berkaitan dengan rencana penurunan tahta Ratu Beatrix dan pentahbisan putra mahkota Pangeran Willem Alexander.
Pada saat upacara tersebut -yang rencananya akan berlangsung pada 30 April- Belanda diperkirakan akan kedatangan para wisatawan asing.
Belanda tidak menghadapi serangan teroris yang serius dalam waktu yang cukup lama.
Tahun 2004, seorang warga Belanda asal Maroko membunuh sutradara Theo van Gogh, yang membuat film yang dianggap mengecam budaya Islam.









