Saudi diminta batalkan eksekusi

Beberapa kelompok hak asasi manusia menyerukan kepada Arab Saudi untuk membatalkan pelaksanaan hukuman mati dengan cara disalib dan ditembak kepada tujuh terpidana yang dinyatakan bersalah melakukan perampokan.
Hukuman mati rencananya akan diadakan Selasa, 5 Maret. Seorang terpidana direncanakan dieksekusi dengan cara disalib dan sisanya akan dieksekusi dengan ditembak.
Namun menurut Amnesty International, terpidana mengalami penyiksaan untuk memaksa mereka mengakui perbuatan mereka dan divonis hukuman mati menyusul sidang yang "sangat tidak adil".
Human Rights Watch (HRW) mengatakan bukti-bukti menunjukkan mereka tidak mendapat keadilan selama proses hukum.
Anak-anak
"Ada bukti-bukti kuat yang menunjukkan sidang ketujuh pria itu melanggar prinsip-prinsip dasar hak untuk mendapat sidang yang adil," kata Human Rights Watch.
Alasan lain mengapa organisasi-organisasi hak asasi manusia menyerukan eksekusi dihentikan adalah karena di antara ketujuh terpidana masih tergolong anak-anak ketika melakukan aksi delapan tahun lalu.
"Sudah waktunya bagi pihak berwenang Saudi meghentikan pelaksaan hukuman mati atas para pelanggar hukum anak-anak," kata kata wakil direktur HRW Timur Tengah, Eric Goldstein.
"Saudi harus mulai menjalankan kewajiban sesuai dengan undang-undang internasional mengenai hak asasi manusia," kata Goldstein.
Menurut HRW, ketujuh pria berusia 16 dan 20 tahun ketika ditangkap pada 2006.
Mereka dituduh melakukan perampokan pada 2005.









