Tiga warga sipil tewas dalam serangan di Kachin

Kelompok pemberontak Kachin di Burma mengatakan tentara pemerintah menyerang kawasan yang mereka kuasai di dekat perbatasan Cina dan menewaskan tiga warga sipil.
Tentara Kemerdekaan Kachin menyebutkan untuk pertama kalinya warga sipil tewas di pangkalan utama di Laiza, di sebelah utara Burma, sejak tentara militer <link type="page"> <caption> Burma</caption> <url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/topik/burma/" platform="highweb"/> </link> melancarkan serangan baru bulan lalu.
Wartawan BBC untuk kawasan Asia Tenggara, Jonathan Head, melaporkan maraknya kembali konflik di kawasan ini marak kembali sejak sekitar satu setengah tahun belakangan membuat puluhan ribu warga sipil mengungsi.
Ditambahkan bahwa ada kekhawatiran serangan meriam militer yang terbaru ini menjadi pertanda bawha pemerintah sedang menyiapkan serangan besar.
Para pengungsi hidup di tempat kamp-kamp penampungan sementara dekat perbatasan dengan Cina dalam kondisi yang buruk dan tidak mendapat bantuan dari lembaga internasional.
Akses untuk pengungsi

Kondisi sekitar 40.000 tersebut pengungsi akibat pertempuran antara pasukan pemerintah Burma dan kelompok pemberontak Kachin.
Bulan Desember tahun lalu, pejabat urusan kemanusiaan PBB, <link type="page"> <caption> Valeri Amos, berkunjung</caption> <url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2012/12/121206_valerie_burma.shtml" platform="highweb"/> </link> <link type="page"> <caption> ke negara bagian Kachin</caption> <url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2012/12/121206_valerie_burma.shtml" platform="highweb"/> </link> dan meminta agar lembaga-lembaga internasional diberi akses untuk mencapai para pengungsi.
Amerika Serikat sudah mengungkapkan kekhawatiran atas serangan militer Burma atas pemberontak Kachin yang juga <link type="page"> <caption> menggunakan pesawat dan helikopter tempur</caption> <url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/01/130102_burma_serang_pemberontak_kachin.shtml" platform="highweb"/> </link>.
Presiden Burma, Thein Sein, sebelumnya menegaskan komitmennya atas upaya penyelesaikan damai atas konflik di negara bagian Kachin yang berlangsung selama puluhan tahun namun marak kembali lebih dari setahun lalu.
Bagaimanapun serangan yang terjadi menimbulkan spekulasi bahwa Presiden Thein Sein tidak sepenuhnya bisa mengendalikan militer yang beroperasi di kawasan perbatasan.









