Warga India memprotes pemerkosaan di bus

Polisi India menggunakan meriam air untuk membubarkan demonstrasi di luar gedung parlemen menyusul pemerkosaan beramai-ramai terhadap seorang perempuan di bus pada Minggu malam.
Polisi mengguyur para pemrotes ketika sebagian di antara mereka berusaha menerobos barikade. Dalam demonstrasi pada Rabu (19/12) itu, bentrokan antara pengunjuk rasa yang marah dengan aparat keamanan tidak bisa dicegah.
Sejumlah kelompok turun ke jalan-jalan untuk mengecam keras pemerkosaan beramai-ramai terhadap seorang mahasiswi yang berada di bus bersama seorang teman pria.
Dalam aksi hari ini, mereka juga menyerukan kepada pihak berwenang agar menjatuhkan hukuman mati bagi para pelaku.
Demonstrasi di gelar di depan gedung parlemen dan juga di sejumlah tempat lain termasuk di depan rumah dinas Menteri Besar New Delhi Sheila Dikshit.
Kemarahan dan kecaman semakin meningkat di seluruh penjuru India menyusul peristiwa yang menyebabkan korban dalam kondisi kritis di rumah sakit saat ini.
Empat orang, termasuk sopir bus, sejauh ini telah ditangkap dan dua orang lainnya masih diburu.
Pihak berwenang telah mengumumkan langkah-langkah baru guna mencegah pemerkosaan di moda transportasi umum, antara lain penambahan personel polisi di rute-rute yang sering dilalui kaum perempuan pada malam hari.
Sementara itu, Ketua Umum Partai Kongres yang sedang berkuasa, Sonia Gandhi, mengunjungi korban pemerkosaan di rumah sakit.









