Militer Mesir dibolehkan tangkap warga sipil

Tank menjaga Istana Presiden
Keterangan gambar, Tank dan tentara terlihat menjaga Istana Presiden di Kairo.

Presiden Mesir Mohamed Morsi memberi tentara kewenangan untuk menangkap warga sipil menjelang referendum konstitusi baru hari Sabtu pekan ini.

Menurut kantor berita AFP, Morsi memerintahkan tentara menjaga keamanan hingga hasil referendum diketahui.

Terkait dengan keamanan ini, militer diminta bekerja sama dengan polisi.

Wartawan BBC di Kairo mengatakan kewenangan militer ini menambah kekhawatiran sejumlah kalangan di Mesir bahwa negara tersebut kembali ke era otoriter.

Pernyataan tentang kewenangan tentara diumumkan sehari menjelang unjuk rasa yang rencananya akan digelar oleh kelompok-kelompok yang pro dan antipresiden.

Kelompok oposisi menegaskan bahwa aksi demonstrasi ini tidak ditujukan untuk menggulingkan presiden.

Mantan Menlu Amr Moussa kepada BBC mengatakan bahwa gerakan ini hanya ditujukan agar rakyat mendapakan UUD yang lebih baik.

Kelompok pendukung presiden mengatakan mereka akan menggelar unjuk rasa tandingan, yang memicu kemungkinan adanya bentrok di berbagai jalanan di Kairo.

Tentara dan tank terlihat dikerahkan untuk menjaga Istana Presiden sementara jalan-jalan menuju kantor presiden ini diblokir dengan pagar beton dan kawat berduri.