Mesir: Protes anti Presiden Morsi diwarnai bentrokan

egypt morsi protest
Keterangan gambar, Delapan belas orang terluka dalam bentrokan yang terjadi di tengah protes

Polisi di ibukota Mesir, Kairo, terlibat bentrok dengan pengunjuk rasa yang menentang konstitusi baru dan perluasan kekuasaan Presiden Morsi.

Puluhan ribu orang berkumpul di luar istana presiden sejak Selasa.

Polisi menembakkan gas air mata untuk membubarkan kerumunan dan sejumlah demonstran berhasil memotong kawat berduri di sekitar istana.

Morsi semula berada di istana tetapi ia dievakuasi seiring dengan bertambah banyaknya pengunjuk rasa.

Sebagian pengunjuk rasa meneriakkan slogan yang sama dengan slogan terhadap rezim mantan Presiden Hosni Mubarak saat revolusi Februari 2011.

Gas air mata ditembakkan setelah kawat berduri yang mengelilingi istana dipotong.

Namun polisi mundur dengan cepat dan membiarkan massa mendekati dinding istana.

Delapan belas orang terluka dalam bentrokan ini tetapi tidak ada yang menderita luka serius, seperti dilakukan kantor berita Mena.

Kerumunan massa masih bertahan di luar istana sedangkan ribuan orang lainnya berkumpul di Lapangan Tahrir.

"Kami tidak akan bisa bebricara, tidak akan ada pengadilan yang bisa kami datangi," kata seorang demonstran, Israa Wafid, pada Reuters.

"Ia membuat benteng dan mengatakan benteng ini sifatnya sementara, sesuatu yang tidak bisa kami percaya.

"Kami telah dikhianati selama 30 tahun, kami tidak akan mempercayai Morsi, ia akan terus berada di tahtanya dan tidak akan pergi."

Dalam pernyataan yang dibacakan di televisi, pasukan keamanan Mesir meminta pengunjuk rasa agar tenang.

Protes juga terjadi di kota terbesar kedua di Mesir, Alexandria.