
Serangan di Deraa ini disebutkan memang dengan sasaran tentara dan polisi.
Paling tidak 20 tentara tewas dalam dua ledakan mobil di kota Deraa, Suriah selatan, menurut para aktivis.
Organisasi Hak Asasi Suriah yang berkantor di Inggris mengatakan dua bom mobil yang diledakkan di kamp militer juga melukai "puluhan" tentara.
Media resmi Suriah melaporkan ledakan dua bom mobil itu menimbulkan "korban dan kerusakan material", namun tidak memberikan rincian lebih lanjut.
Sementara itu, kelompok oposisi Suriah melanjutkan perundingan di Doha tentang kemungkinan merger.
Salah satu kelompok terbesar, Dewan Nasional Suriah (SNC) belum memutuskan apakah akan bergabung dengan kelompok yang diusulkan dan diberi nama Inisiatif Nasional Suriah.
Hari Jumat, SNC memilih pemimpin baru, seorang pemeluk Kristen dan mantan anggota komunis, George Sabra.
Gagasan pembentukan kelompok itu didukung oleh Amerika Serikat dan pendukung internasional lain.
Sasaran serangan
Belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas pemboman di Deraa namun sasaran bom mobil itu diperkirakan adalah pihak militer.
Seorang aktivis di Deraa yang menyebutkan namana Mazn mengatakan kepada BBC, sasaran serangan adalah tentara dan polisi rahasia yang beroperasi di kawasan yang jauh dari perumahan penduduk.
Sasaran militer ini merupakan taktik berbagai kelompok pemberontak yang berperang melawan tentara Presiden Bashar al-Assad.
Sebelumnya, sejumlah kelompok Islamis mengaku bertanggung jawab atas serangan serupa, di tengah pertempuran yang terus berlanjut di Suriah.






