Ikan pantai timur Jepang masih terkontaminasi

Terbaru  26 Oktober 2012 - 14:50 WIB
Japan fish

Warga Jepang dikenal sebagai konsumen ikan dan produk ikan lainnya terbesar di dunia.

Tingkat kontaminasi radioaktif pada ikan hasil tangkapan di pantai timur Jepang dinyatakan masih tinggi.

Seorang ahli kimia kelautan asal AS Ken Buesseler dalam kajian data yang dirilis jurnal Science menyebut bahwa PLTN Dai-ichi masih menjadi sumber polusi radioaktif, lebih dari setahun setelah kecelakaan nuklir.

Sekitar 40% ikan tangkapan dekat Fukushima oleh badan regulasi Jepang dinyatakan tidak layak dikonsumsi manusia.

Buesseler mengatakan kemungkinan ada dua sumber yang menyebabkan kontaminasi masih bertahan.

"Ada kebocoran yang masih terjadi ke laut yang berasal dari perairan darat bawah Fukushima, dan kontaminasi yang sudah menjadi sedimen di lepas pantai,'' katanya kepada BBC News.

''Ini menunjukkan ini akan menjadi isu jangka panjang dan harus diawasi selama beberapa dekade ke depan.''

Prof Buesseler juga berafiliasi dengan Institusi Kelautan Woods Hole AS, WHOI.

Penilaiannya ini meliputi setahun penuh data yang dikumpulkan Kementerian Pertanian, Kehutanan dan Perikanan Jepang, MAFF.

Data yang dipakai merupakan rekaman bulanan detil tingkat radioaktif caesium yang ditemukan pada ikan dan produk laut lainnya sesaat setelah gempa dan tsunami Tohoku Maret 2011 - bencana alam ganda yang menyebabkan krisis nuklir Fukushima.

Caesium isotop 134 dan 137 bisa ditelusuri secara langsung dari pembangkit yang rusak.

MAFF menggunakan informasi ini untuk memutuskan apakah aktivitas perikanan tertentu di sepanjang lima pantai timur prefektur, termasuk Fukushima, harus dibuka atau tutup.

Sumber belum tertutup

"Ini menunjukkan ini akan menjadi isu jangka panjang dan harus diawasi selama beberapa dekade ke depan."

Ken Buesseler

Caesium tidak biasanya tinggal di jaringan ikan laut untuk jangka waktu yang lama, beberapa persen per hari rata-rata akan kembali mengalir ke perairan laut.

Jadi, fakta bahwa binatang ini masih terkontaminasi menunjukkan bahwa sumber polusi belum sepenuhnya tertutup.

Bueseller mengatakan, meski tingkat caesium dalam beberapa tipe ikan dan dalam beberapa hari bisa sangat bervariasi, tetapi sejumlah spesies ikan yang mendiami dasar laut Fukushima yang secara konsisten menunjukkan tingkat caesium yang tinggi.

Bagi peneliti WHOI, hal ini menunjukkan bahwa dasar laut menjadi tempat penyimpan besar bagi polusi caesium.

"Bagi saya, ikan yang berada di dasar laut, yang memakan, kepiting dan kerang, segala hal yang menjadi pengumpan partikel, sepertinya memiliki akumulasi isotop caesium yang meningkat karena habitat mereka atau dasar laut.'' katanya.

Prof Buesseler menekankan bagaimanapun mayoritas ikan tangkapan di pantai timur Jepang masih aman untuk konsumsi manusia.

Dan meski angka tangkapan yang tidak aman sebesar 40% di Fukushima terdengar mengkhawatirkan, tetapi angka ini sedikit menyesatkan.

April silam, otoritas Jepang mencoba untuk meningkatkan kepercayaan pasar dengan merendahkan tingkat maksimum konsentrasi radioaktif di ikan dan produk ikan dari 500bq/kg berat basah menjadi 100 bq/kg.

Ini mengetatkan ambang klasifikasi ikan yang sebelumnya dianggap cocok sebagai tidak layak, meskipun jumlah kontaminasi yang sebenarnya tidak berubah.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.

]]>