
Dukungan terus mengalir kepada Malala Yusufzai, remaja berusia 14 tahun, yang diserang kelompok Taliban.
Jutaan siswa sekolah di Afganistan menggelar doa khusus untuk pemulihan Malala Yusufzai, remaja putri berusia 14 tahun, yang ditembak oleh anggota kelompok Taliban.
Menteri Pendidikan Afghanistan, Farooq Wardag, yang berpidato di sebuah sekolah di Kabul, mengatakan, penyerangan terhadap Malala Yusufzai -- yang juga dikenal sebagai pegiat pendidikan untuk anak-anak perempuan di Pakistan -- merupakan musuh bagi dunia pendidikan di Afganistan dan Pakistan.
Pada hari Jumat, doa khusus untuk kesembuhan Malala digelar di seluruh Pakistan, termasuk di lokasi penyerangan di Lembah Swat, Pakistan.
Kemarahan masyarakat terhadap kelompok Taliban yang melakukan penyerangan Malala dilaporkan terus meluas.
Ribuan orang di seluruh dunia juga mengirimkan pesan dukungan kepada Malala melalui jejaring sosial.
Taliban

Malala menulis catatan yang berisi pengalamannya saat Taliban menguasai kotanya.
Rabu (10/10) lalu, para dokter bedah di Pakistan mengatakan mereka berhasil mengangkat peluru di kepala Malala.
Sebelumnya, pria bersenjata menyerang Malala Yousafzai dan menembak dua anak perempuan lain saat mereka pulang sekolah, Selasa (09/10) lalu.
Kejadian ini memicu kecaman dari pihak internasional.
Kelompok militan mengatakan Malala menjadi sasaran karena "dia mempromosikan sekulerisme."
Malala Yousafzai mulai dikenal pada tahun 2009 saat dia menulis catatan harian untuk BBC Urdu tentang kehidupan di bawah Taliban yang menguasasi Lembah Swat.
Taliban menguasai Swat akhir tahun 2007 dan tetap berkuasa sampai mereka dipukul mundur oleh pasukan Pakistan tahun 2009.
Saat berkuasa, Taliban menutup sekolah-sekolah perempuan dan melarang pemutaran musik di mobil-mobil.






