Netanyahu tegaskan Israel tak bisa dihadang

Terbaru  11 September 2012 - 20:20 WIB
PM Israel, Benjamin Netanyahu

Benjamin Netanyahu memberikan pernyataan usai bertemu PM Bulgaria di Jerusalem.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memperingatkan kekuatan dunia tidak bisa menghentikan Israel mengambil tindakan sehubunghan dengan program nuklir Iran.

"Dunia mengatakan kepada Israel: tunggu, masih ada waktu. Dan saya mengatakan: menunggu apa? Menunggu sampai kapan?," tutur Netanyahu, Selasa, 11 September.

Netanyahu menambahkan bahwa komunitas internasional harus menetapkan 'garis merah' kepada Teheran untuk menghentikan program nuklirnya.

"Mereka dari komunitas internasional yang menolak untuk menetapkan garis merah kepada Iran, tidak punya hak moral untuk menempatlkan garis merah kepada Israel," tambahnya dalam konferensi pers bersama Perdana Menteri Bulgaria, Boyko Borisov, usai pertemuan di Jerusalem.

Menurutnya, diplomasi dan sanksi tidak berhasil menghentikan Iran dalam mencapai tujuan untuk mengembangkan senjata nuklir.

Meningkatkan spekulasi

"Dunia mengatakan kepada Israel: tunggu, masih ada waktu. Dan saya mengatakan: menunggu apa? Menunggu sampai kapan?"

Benjamin Netanyahu

Pernyataan terbaru Netanyahu ini meningkatkan spekulasi bahwa Israel siap untuk melancarkan serangan terhadap Iran.

Dalam beberapa kesempatan, Israel sudah menegaskan tidak menutup kemungkinan menempuh aksi militer untuk mencegah Iran memiliki bom atom.

Amerika Serikat sudah menyatakan bahwa penetapan batas waktu untuk Iran tidak akan membantu penyelesaian atas masalah tersebut.

Adapun Iran berulang kali menegaskan bahwa progran nuklirnya semata-mata untuk kepentingan damai.

Sementara itu sebuah harian Israel yang beraliran kiri, Haaretz, hari ini (Selasa, 11/09) melaporkan bahwa seorang pejabat senior Inggris yang tidak diidentifikasi sudah membawa pesan dari Perdana Menteri Inggris, David Cameron, yang menentang serangan yang tidak terkoordinasi atas Iran.

Namun tidak ada komentar baik dari Kedutaan Besar Inggris maupun kantor perdana menteri Israel sehubungan dengan berita tersebut.

Link terkait

BBC © 2014BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.

]]>