
Jepang menyebutnya sebagai Kepulauan Senkaku sedang Cina menggunakan Kepulauan Dioyu.
Pemerintah Jepang secara resmi sudah memutuskan untuk membeli rangkaian pulau yang tidak berpenghuni yang masih menjadi sengketa dengan Cina.
Kepala Sekretaris Kabinet Jepang, Osamu Fujimura, mengatakan akan mengalihkan kepemilikan Kepulauan Senkaku dari tangan pribadi ke negara untuk bisa mengendalikannya secara stabil dan damai.
Masih belum jelas harga dari pembelian pulau-pulau tersebut namun laporan-laporan di media Jepang sebelumnya mengutip sumber pemerintah yang mengatakan pembayaran mencapai 2,05 miliar Yen atau sekitar Rp 260 miliar untuk tiga pulau di kawasan itu.
"Ini hanya kepemilikan tanah yang merupakan bagian dari wilayah Jepang, dipindahkan dari pribadi ke negara dan sebaiknya tidak menimbulkan masalah dengan negara lain," tutur Fujimura.
"Kami tidak ingin masalah Senkaku bercampur baur dengan hubungan Cina-Jepang," tambahnya.
"Ini hanya kepemilikan tanah yang merupakan bagian dari wilayah Jepang, dipindahkan dari pribadi ke negara dan sebaiknya tidak menimbulkan masalah dengan negara lain."
Osamu Fujimura
Fujimura menambahkan mereka sudah menggunakan saluran-saluran diplomatik untuk menjaga hubungan dengan Cina sejak Jepang menegaskan posisinya atas masalah ini.
Reaksi Cina
Langkah pemerintah pusat Jepang ini mendahului rencana Gubernur Tokyo, Shintaro Ishihara, yang mengatakan ingin membeli dan mengembangkan pulau-pulau tersebut.
Gubernur yang nasionalis itu sudah mulai mengumpulkan sumbangan dari masyarakat untuk pembelian kepulauan tersebut dan rencananya untuk membangun di sana jelas akan semakin memperburuk hubungan dengan Cina
Pemerintah Cina sudah mengecam rencana pembelian pulau itu sebagai langkah yang tidak sah dan memperingatkan akan mempengaruhi hubungan kedua negara.
Dan dalam pertemuan puncak APEC di Rusia, Minggu (09/09), Presiden Cina Hu Jintao -seperti dikutip media resmi Cina- mengatakan kepada Perdana Menteri Jepang, Yoshihiko Noda, bahwa pembelian kepulauan itu 'tidak sah dan cacat'.
Sengketa kepemilikan pulau tersebut antara Jepang dan Cina sudah berlangsung lama dan di masa lalu pernah menyebabkan pembekuan hubungan diplomatik Cina dan Jepang.
Cina menyebutnya sebagai Dioyu dan Taiwan juga mengklaim kepemilikan atas kepulauan itu.
Pada September 2010, hubungan Cina dan Jepang sempat memanas setelah Jepang menahan kapten kapal pencari ikan Cina yang beroperasi di sekitar kepulauan.






