Bentrokan pekerja akibatkan 30 tewas

Terbaru  17 Agustus 2012 - 14:03 WIB
polisi afrika selatan

Polisi Afrika Selatan melepaskan tembakan ke arah pekerja tambang yang mempersenjatai diri dengan parang.

Setidaknya tiga puluh orang tewas dalam bentrokan yang terjadi antara petugas kepolisian dengan pekerja tambang di Marikana, Afrika Selatan yang tengah melakukan mogok.

Menurut saksi mata dalam peristiwa yang terjadi pada hari Kamis (16/08) waktu setempat itu petugas kepolisian melepaskan tembakan ke arah pekerja tambang yang membawa sejumlah senjata seperti parang dan pentungan.

Pertiakaian yang terjadi di kawasan tambang platina yang dikelola perusahaan tambang The Lonmin ini bersumber pada soal pembayaran gaji.

Namun kondisi ini diperparah juga dengan adanya pertikaian yang melibatkan dua serikat buruh di perusahaan tambang tersebut.

Sebelumnya kekerasan yang terjadi dalam aksi pemogokan ini telah mengakibatkan 10 orang tewas.

Korban bertambah

Menteri Urusan Kepolisian, Nathi Mthetwa dalam wawancara di sebuah stasiun radio lokal membenarkan angka korban tewas tersebut.

"Jumlah korban yang luka juga cukup banyak dan angkanya terus bertambah," kata Mthetwa.

Petugas Kepolisian sengaja dikirim ketempat itu setelah sebelumnya ribuan pekerja tambang berkumpul di Marikana yang letaknya sekitar 100km dari Johanesburg.

Mereka menuntut kenaikan upah hingga lebih dari US$1000 atau sekitar Rp9,4 juta perbulannya.

Insiden di Marikana ini menurut sejumlah laporan merupakan insiden perselisihan industrial yang paling banyak memakan korban jiwa sejak sistem apartheid berakhir di Afrika Selatan.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.

]]>