Adopsi anak dari Afrika meningkat

Sebuah laporan mengatakan jumlah anak Afrika yang diadopsi warga negara asing dari benua lain meningkat dramatis.
Berdasarkan temuan Forum Kebijakan Anak Afrika (ACPF) dalam delapan tahun terakhir, adopsi internasional naik hingga hampir 400%.
"Afrika kini menjadi perbatasan baru bagi adopsi antar negara," kata kelompok yang berbasis di Addis Ababa, Ethiopia itu.
Tetapi banyak negara-negara Afrika yang tidak memiliki peraturan ketat untuk melindungi anak-anak adopsi tersebut.
Mayoritas dari anak yatim piatu yang diadopsi dari Afrika memiliki paling tidak satu orang tua yang masih hidup dan banyak dari mereka justru dijual orang tua mereka sendiri, kata kelompok itu.
Lebih dari 41.000 anak Afrika diadopsi dan dibawa keluar dari negara asal mereka sejak 2004, kata laporan ACPF.
Lebih dari dua pertiga dari jumlah tersebut pada 2009 dan 2010 diadopsi dari Ethiopia, yang kini menjadi salah satu negara dengan jumlah adopsi terbanyak selain Cina.
Berkurang
"Kepentingan anak terancam ketika mereka diadopsi antar negara dan adopsi dapat menjadi industri besar yang menguntungkan dengan anak-anak sebagai komoditi," kata laporan Forum kebijakan Anak Afrika.
Direktor kelompok itu, David Mugawe, mengatakan bahwa adopsi di beberapa wilayah Afrika telah menjadi bisnis.
"Ada elemen dimana adopsi kini bersifat komersil. Dan ini adalah industri yang menguntungkan bagi beberapa panti asuhan, dan mereka mempromosikan adopsi sekedar untuk menghidupi panti asuhan tersebut," kata Mugawe pada BBC.
Ia mengatakan uang berjumlah besar terkadang dibayarkan pada calon orang tua.
"Ada seorang perempuan yang bekerja dengan Kedutaan Besar AS di Uganda dan ia menyebut angka berkisar antara $10.000 dan $30.000," kata Mugawe.
Menurut ACPF, Ethiopia memiliki lebih dari 70 badan adopsi, termasuk 15 badan yang hanya merujuk anak-anak pada keluarga di Amerika Serikat.
Sebagian besar anak Afrika pergi ke AS. Pada 2010 saja, lebih dari 11.000 anak dari 100 negara diadopsi oleh orang tua Amerika.
Adopsi internasional juga populer di Nigeria, Kongo, Afrika Selatan, Mali, Ghana, Pantai Gading, Maroko, Uganda dan Burkina Faso.
Orang yang ingin mengadopsi anak kini beralih ke Afrika karena perubahan pola dan hukum di negara lain yang mengakibatkan berkurangnya jumlah anak yang dapat diadopsi.
Negara-negara seperti Cina, Korea Selatan, Guetamala, Rusia, Rumania dan Ukraina memperketat peraturan kelayakan calon orang tua asuh dan menutup atau membatasi adopsi dari luar negeri.









