Turki minta dunia berperan tekan Assad soal Aleppo

Korban tewas akibat bentrokan bersenjata terus terulang di Aleppo, Jumat (27/07).

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, Korban tewas akibat bentrokan bersenjata terus terulang di Aleppo, Jumat (27/07).

Perdana Menteri Turki, Recep Tayyip Erdogan mengatakan, dunia internasional harus ikut terlibat untuk mendesak Suriah agar membatalkan serangan militer secara besar-besaran ke Aleppo.

Dunia internasional, menurut Erdogan dalam jumpa pers bersama Perdana Menteri Inggris David Cameron di London pada Jumat (27/07) waktu setempat, saat ini tidak bisa hanya sekedar menjadi penonton.

"Kita tidak bisa hanya menjadi penonton atau pengamat, sementara ada persiapan serangan militer besar-besaran di Aleppo..." kata Erdogan.

Menurutnya, semua organisasi internasional mulai DK PBB, organisasi negara-negara Islam, OKI, serta Liga Arab harus bekerjasama untuk menyelesaikan situasi terakhir di Suriah. Sementara, Perdana Menteri David Cameron dalam jumpa pers itu mengkhawatirkan kehadiran artileri Suriah di sekitar Aleppo akan berdampak kepada "tindakan yang benar-benar mengerikan".

'Hentikan!'

Cameron kemudian meminta agar rezim Bashar al-Assad membatalkan rencana serangan militer itu.

Sebelumnya, Sekjen PBB, Ban Ki-moon, saat berbicara di London juga meminta pemerintah Suriah membatalkan serangan tersebut.

"Saya mendesak pemerintah untuk menghentikan serangan. Demi rakyat, kekerasan oleh kedua pihak harus dihentikan," kata Ban.

Ban juga meminta pemerintah Suriah untuk secara tegas menyatakan tidak akan menggunakan senjata kimia dalam situasi apapun.

Menteri Luar Negeri Inggris, William Hague, memperingatkan kemungkinan pembantaian besar-besaran di Aleppo dan mengatakan tidak semestinya masyarakat internasional hanya diam.