Arab Saudi tangkap pemrotes di Qatif

Pasukan keamanan Arab Saudi pada Jumat, 27 Juli, menangkap sejumlah pengunjuk rasa di kawasan timur negara itu, demikian menurut media pemerintah Arab Saudi.
Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi mengatakan penangkapan dilakukan di kota Qatif setelah ''perusuh'' membakar ban selama demonstrasi sepanjang Kamis malam (26/07).
Dikatakan tidak ada jatuh korban, tetapi saksi mata mengatakan beberapa orang terluka ketika polisi melepas tembakan.
"Tidak ada korban jiwa," kata Kementerian Dalam Negeri dalam pernyataan yang dikeluarkan oleh kantor berita resmi Arab Saudi, SPA.
Termasuk yang ditangkap adalah Mohammed al-Shakouri, yang digambarkan kementerian dalam negeri sebagai pelarian.
Pada bulan Januari ia dinyatakan oleh pemerintah sebagai satu dari 23 tersangka yang bertanggung jawab atas terjadinya keributan di Provinsi Timur.
Mereka dituduh memiliki senjata tidak sah, menembak polisi dan publik, dan menjalankan agenda asing.
Diskriminasi
Demonstrasi di Qatif diadakan untuk menuntut pembebasan tahanan politik, termasuk ulama Syiah, Sheikh Nimr al-Nimr.

Sumber gambar, Reuters
Dua orang tewas dalam sebuah pawai menentang penahanannya awal bulan ini. Saksi mata mengatakan ada pengunjuk rasa yang tewas ditembak polisi, namun kementerian dalam negeri membantah adanya bentrok di antara mereka.
Provinsi Timur yang kaya minyak berpenduduk mayoritas Syiah dan sejak lama mengeluhkan diskriminasi yang dilakukan keluarga kerajaan dari kelompok Sunni.
Protes merebak ketika pemberontakan di negara tetangga Bahrain, yang mayoritas berpenduduk Syiah tetapi diperintah keluarga Sunni, diberangus dengan bantuan Arab Saudi pada bulan Maret 2011.









