Turki larang warga masuki perbatasan Suriah

Sumber gambar, Reuters
Pemerintah Turki hari Rabu (25/07) mengumumkan pembatasan akses perbatasan dengan Suriah.
Para pengungsi Suriah dibolehkan memasuki Turki namun warga Turki sekarang dilarang memasuki Suriah.
"Kami menerima jaminan bahwa penyeberangan perbatasan masih terbuka (untuk para pengungsi)," kata juru bicara badan pengungsi PBB (UNHCR), Sybella Wilkes, kepada kantor berita Reuters.
Ia mengatakan sekitar 300 pengungsi Suriah memasuki Turki Selasa malam (24/07) dan mereka diterima dan dilindungi pemerintah Turki.
Titik penyeberangan perbatasan yang ditutup termasuk Civegozu, di Provinsi Hatay.
Berbagai pihak mengatakan penyeberangan perbatasan kedua negara makin rawan seiring dengan terus berlanjutnya pertempuran antara tentara dan pemberontak Suriah.
Makin rawan
UNHCR mencatat pengungsi Suriah yang berada di Irak, Yordania, Lebanon, dan Turki mencapai sekitar 120.000 orang.
Mereka meninggalkan Suriah sejak gerakan melawan pemerintah Presiden Bashar al-Assad pecah 16 bulan silam.
Pembatasan ini juga berlaku untuk truk pengangkut barang.
Menteri Perdagangan Turki, Hayati Yazici, seperti dikutip kantor berita Associated Press, mengatakan penutupan perbatasan dilakukan setelah pemberontak merebut dua titik penyeberangan perbatasan Suriah-Turki.
AP memberitakan puluhan truk Turki dijarah atau dibakar pekan lalu ketika pemberontak merebut penyerangan Bab al-Hawa.
Para wartawan mengatakan langkah Turki ini sama dengan memberlakukan sanksi ekonomi terhadap Suriah.
Sementara itu di perbatasan Suriah-Irak, setidaknya 300 warga Irak dan 600 warga Suriah menyeberangi perbatasan ke Irak setelah muncul laporan bahwa tentara mengebom kawasan perbatasan Suriah.









