Assange abaikan perintah menyerahkan diri

Sumber gambar, Getty
Julian Assange memutuskan untuk tetap bersembunyi di Kedutaan Besar Ekuador di London walau sudah mendapat surat perintah untuk menyerahkan diri.
"Julian akan tetap berada di dalam kedutaan di bawah perlindungan pemerintah Ekuador," kata juru bicaranya, Susan Benn, kepada para wartawan hari Jumat (29/06).
"Kami amat menyadari penyalahgunaan traktat ekstradisi Amerika Serikat-Inggris. Walau terperangkap di bawah situasi Inggris yang berbahaya, dia paling tidak memiliki kebebasan untuk mengajukan suaka politik," tambahnya.
Laporan-laporan media menyebutkan berdasarkan surat perintah yang dikeluarkan Kepolisian Inggris, maka dia seharusnya menyerahkan diri pada Jumat 29 Juni pukul 11.30 waktu setempat.
Pendiri situs Wikileaks ini sudah diperintahkan oleh pengadilan Inggris untuk diekstradisi ke Swedia, tempat dia menghadapi dakwaan melakukan pemerkosaan dan pelecehan seksual.
Namun timbul kekhwatiran bahwa setibanya di Swedia dia akan diterbangkan ke Amerika Serikat, yang menginginkannya untuk diadili sehubungan dengan pengungkapan lebih dari 250.000 telegram diplomatik pemerintah Amerika Serikat di Wikileaks.
Banding ke Eropa
Dalam wawancara lewat telepon dengan BBC, Kamis 28 Juni, Julian Assange sudah menegaskan tidak akan menyerahkan diri ketika ditanya tentang surat perintah menyerahkan diri yang diberikan oleh Kepolisian Inggris, Scotland Yard.
"Saran untuk kami adalah bahwa undang-undang pencari suaka secara internasional maupun nasional melebihi undang-undang esktradisi, jadi sudah hampir pasti tidak," tuturnya.
Dia juga mengatakan mendapat perlakuan yang baik selama di Kedutaan Besar Ekuador di London.
"Para staf di sini menjaga saya dengan baik dan menyediakan keperluan dasar," tambahnya.
Warga Austalia yang berusia 40 tahun ini mendapat banyak dukungan, antara lain dari beberapa kaum selebriti Inggris maupun pegiat hak asasi manusia.
Pendiri Wikileaks ini masuk ke gedung Kedutaan Besar Ekuador untuk meminta suaka politik pada tanggal 19 Juni.
Dia sebenarnya masih mendapat kesempatan untuk mengajukan banding atas ekstradisinya ke Mahkamah Hak Asasi Manusia Eropa hingga tanggal 28 Juni.









