Turki keluarkan ancaman ke militer Suriah

Sumber gambar, Reuters
Turki mengeluarkan peringatan kepada Suriah bahwa unit-unit militer Suriah yang mendekati perbatasan kedua negara akan dianggap sebagai ancaman langsung.
"Pendekatan yang diambil angkatan bersenjata Turki telah berubah," kata Perdana Menteri Turki, Recep Tayyip Erdogan, dalam pidato yang disiarkan televisi hari Selasa (26/6).
"Elemen-elemen militer yang mendekati perbatasan Turki dari Suriah, yang kami anggap mengancam keamanan Turki, akan diperlakukan sebagai target militer," kata PM Erdogan.
Sejumlah kalangan mengatakan pidato PM Turki ini merupakan eskalasi serius ketegangan antara kedua negara setelah Suriah menembak jatuh pesawat militer Turki, Jumat pekan lalu.
NATO menyampaikan pernyataan solidaritas ke pemerintah di Ankara dan mengutuk tindakan Suriah namun tidak menyebutkan tindakan balasan yang akan diambil.
Suriah sendiri menegaskan bahwa pesawat Turki melanggar wilayah udara mereka pada hari Jumat pekan lalu.
Dukungan NATO
Menjawab pernyataan Suriah, Turki mengatakan meski pesawat militer mereka secara tidak sengaja masuk ke wilayah udara Suriah, jet tersebut masih berada di wilayah udara internasional ketika ditembak jatuh di atas Mediterania oleh Suriah.
Kedua pilot pesawat Turki hingga Selasa sore belum ditemukan.
PM Erdogan mengatakan pelanggaran di perbatasan kedua negara bukan sesuatu yang luar biasa.
Menurut Erdogan lima helikopter Suriah memasuki wilayah Turki dalam beberapa waktu terakhir dan Turki sama sekali tidak mengambil tindakan atas pelanggaran wilayah ini.
Sekretaris Jenderal NATO, Anders Fogh Rasmussen, menyebut penembakan jet militer Turki oleh Suriah sebagai hal yang sama sekali tidak bisa diterima.
Organisasi pertahanan ini juga mengatakan Suriah telah mengabaikan norma perdamaian dan keamanan internasional.
NATO mengeluarkan pernyataan setelah Turki menjelaskan insiden ini di Brussels.
Turki meminta pertemuan khusus NATO dengan alasan ada insiden yang mengancam keamanan mereka, prosedur yang dimungkinkan berdasarkan ketentuan Pasal 4 Anggaran Dasar NATO.
Situasi di dalam negeri Suriah memanas sejak pecah gerakan menentang Presiden Bashar Assad pada Maret 2011, seiring dengan bergulirnya gerakan prodemokrasi di Dunia Arab.
Beberapa organisasi internasional memperkirakan konflik bersenjata ini telah memakan korban 14.000 orang.









