Gelombang pemboman di Irak tewaskan lebih 80 jiwa

Bom di Ramadi

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Serangan di Irak merupakan yang terparah sejak pasukan Amerika ditarik Desember lalu.

Serangkaian pemboman di seluruh Irak menewaskan 84 orang dan melukai hampir 300 orang, kekerasan paling mematikan sejak pasukan Amerika ditarik tahun lalu.

Sepuluh lokasi di Baghdad terhantam bom. Banyak korban adalah jamaah Syiah yang berkumpul untuk acara keagamaan.

Dua ledakan terjadi di dekat restoran di Hilla, di selatan Baghdad, dan diperkirakan sasarannya adalah polisi dan aparat keamanan.

Kekerasan sektarian meningkat di Irak dalam beberapa bulan terakhir di tengah meningkatnya ketegangan politik.

Bom pertama meledak di tengah prosesi jamaah di kota Taji, di utara Baghdad. Warga tengah menuju tempat suci untuk peringatan kematian Imam Syiah Moussa al-Kadrim.

Di Baghdad, seorang saksi mata mengatakan salah satu ledakan adalah akibat bom mobil.

"Orang-orang terbunuh di sini. Mobil yang hancur ini milik seorang pria yang tengah bekerja dan satu lagi milik penjual bensin. Para petugas tidak dapat menemukan jenazah mereka," kata saksi mata itu.

Pria lain yang menjadi salah seorang korban luka menceritakan banyak korban yang berjatuhan di dekat tempat ia berdiri.

"Bom mobil meledak tiba-tiba. Saya terjatuh, dan banyak orang yang jatuh menimpa saya," tambahnya.

Penjagaan diperketat

Seorang pria yang memiliki restoran di dekat tempat kejadian mengatakan mobil yang penuh dengan bom diledakkan saat satu minibus yang mengangkut polisi lewat.

"Sangat menyedihkan. Yang terdengar sirene dan teriakan orang yang terluka," kata Matiham Sahib.

Tayangan dari tempat kejadian menunjukkan puing-puing restoran, mobil yang rusak, dan jalan yang penuh dengan serpihan.

Tidak jelas siapa yang bertanggung jawab atas serangan ini namun kelompok pemberontak Sunni -yang berkaitan dengan al-Qaida- sebelumnya sering menyerang sasaran-sasaran Syiah.

Kekerasan di Irak berkurang sejak beberapa tahun lalu namun kelompok militan sering menyerang aparat keamanan dan warga sipil.

Penjagaan keamanan diperketat menjelang acara keagamaan Syiah di Baghdad.

Gelombang serangan yang terjadi Rabu (13/06) ini merupakan yang terparah sejak pasukan Amerika ditarik Desember lalu.

Serangkaian serangan Januari lalu menewaskan 72 orang di Irak selatan dan Baghdad.