Irak diguncang serangkaian ledakan bom

Sumber gambar, Reuters
Para pejabat Irak mengatakan serangkaian ledakan bom hari Kamis (19/4) menewaskan sedikitnya 30 orang dan melukai ratusan orang.
Di ibukota Baghdad terjadi ledakan tiga bom mobil, dua bom pinggir jalan, dan satu bom bunuh diri di kawasan-kawasan yang mayoritas berpenduduk Syiah.
Menteri Kesehatan Irak Majeed Hamad Amin lolos dari serangan bom di Jalan Haifa, Baghdad dengan sasaran konvoinya.
Selain di Baghdad, ledakan juga terjadi di Baquba, Kirkuk, Samarra, Dibis, dan Taji.
Di Kirkuk sedikitnya delapan orang tewas dalam ledakan bom mobil dan tiga mobil pinggir jalan dengan sasaran polisi dan tentara yang sedang berpatroli.
"Saya sedang berusaha menghentikan lalu lintas untuk memungkinkan patroli polisi lewat. Ketika mobil patroli melintas, bom mobil meledak, dan saya jatuh ke tanah," kata seorang polisi yang mengalami luka-luka seperti dikutip kantor berita Reuters.
Paling mematikan
Di Baquba, ibukota Provinsi Diyala, seorang pengebom bunuh diri meledakkan diri di kediaman seorang pejabat kepolisian yang menewaskan pejabat tersebut dan seorang perwira militer.
Wartawan BBC di Baghdad Rami Ruhayem melaporkan serangan terkoordinasi ini menunjukkan masih ada orang-orang di Irak yang mempunyai kemampuan untuk merongrong negara.
Juru bicara Komando Militer Baghdad Dhia al Wakeel mengatakan serangan-serangan itu mungkin dilakukan oleh kelompok al Qaida.
"Mereka ingin mengirim pesan bahwa mereka bisa menggoyang stabilitas yang telah tercipta baru-baru ini," kata al Wakeel.
Dia menambahkan serangkaian serangan paling mematikan sejak 20 Maret ini tidak akan melumpuhkan semangat pasukan keamanan.









