Presiden Pakistan menuju India

Sumber gambar, Reuters
Presiden Pakistan, Asif Ali Zardari, akan berkunjung ke India, dalam lawatan pertama seorang kepala negara Pakistan selama tujuh tahun terakhir.
Zardari dijadwalkan bertemu Perdana Menteri India, Manmohan Singh, sebelum melakukan perjalanan ke sebuah tempat suci Islam penting di Rajasthan.
Keterangan resmi menyebutkan, Presiden Pakistan ini akan mengunjungi tempat keramat tokoh sufi, Moinudin Chishti, di wilayah Ajmer, sekitar 350 km dari Delhi.
Para pejabat mengatakan lawatan ini merupakan kunjungan pribadi, tetapi ada yang berharap ini dapat meningkatkan hubungan ekonomi antara dua negara.
Disebutkan, Zardaru dijadwalkan mendarat di Delhi pada 11:00 waktu setempat dan bertemu Singh di kediamannya, sebelum terbang ke Ajmer dan kembali ke Islamabad pada malam harinya.
Meskipun demikian, kalangan jurnalis menganggap kunjungan Zardari ini dapat menindaklanjuti isu-isu penting yang menyangkut hubungan Pakistan-India.
Bagaimanapun, hubungan dua negara belakangan makin membaik, setelah sempat mengalami puncak ketegangan saat serangan teror di Mumbai pada 2008 lalu, yang melibatkan warga Pakistan.
Diplomasi kriket
Baru-baru ini Zardari mendukung pencabutan pembatasan perdagangan dengan India.
Namun berbagai pengamat menilai, hubungan dua negara ini masih diwarnai ketegangan ketika dihadapkan persoalan sengketa perbatasan di Kashmir, serta aktivitas kelompok militan Pakistan terhadap India.
Pekan ini, India kembali menuntut agar Pakistan menyerahkan Hafiz Saeed, seorang pria yang dituduh terlibat serangan Mumbai.
Pakistan menolak seruan India dengan dalih India tidak memiliki bukti-bukti yang kuat.
Wartawan BBC Andrew North di Delhi mengatakan, permainan olahraga kriket dahulu menjadi alat yang efektif bagi pemimpin kedua negara untuk menyelesaikan secara diplomatis persoalan yang timbul di antara dua negara.
Pemimpin Pakistan terakhir kali bertemu Singh pada 2005 lalu ketika Presiden Pakistan Pervez Musharraf kebetulan berada di laga kriket bersama Perdana Menteri India di Delhi, kata wartawan BBC.









