Tabrakan KA di Argentina, 49 orang tewas

Sumber gambar, Getty
Sedikitnya 49 orang tewas dan 600 orang lainnya luka-luka akibat tabrakan kereta api terburuk di Argentina dalam 40 tahun terakhir.
Kereta api itu menabrak dinding peron stasiun Once, di ibukota Buenos Aires di saat jam sibuk pagi hari.
Selain korban tewas dan luka-luka, puluhan orang lainnya sempat berjam-jam terkurung di dalam puing-puing kereta api sebelum berhasil diselamatkan.
"Kami menduga ada masalah dengan sistem pengereman," kata Menteri Transportasi Argentina, JP Schiavi.
Saat menabrak peron, Schiavi menambahkan, kereta itu tengah melaju dengan kecepatan 50km/jam
"Akibatnya bagian depan lokomotif hancur dan membuat gerbong saling berimpitan," papar Schiavi.
Seorang penumpang bernama Ezequiel mengatakan kepada televisi setempat situasi di dalam kereta api naas itu.
"Kereta itu penuh penumpang dan dampak tabrakannya sangat luar biasa," kata Ezequiel.
Dia menambahkan paramedis dan tim penyelamat kerepotan saat berusaha membantu korban kecelakaan.
"Penumpang memecahkan kaca dan berusaha keluar dari kereta api dengan cara apapun," kata seorang saksi mata kepada Reuters.
"Lalu saya melihat mesin kereta api yang hancur dan masinis terperangkap di antara puing-puing baja. Banyak sekali korban, anak-anak dan orang tua," tambah saksi itu.
Kondisi buruk
Sementara itu, Direktus Sistem Medis Darurat Alberto Crescenti mengatakan sebagian penumpang yang selamat namun luka parah ahrus menjalami amputasi.
Sebagian besar korban mengalami kesulitan bernafas dan trauma di bagian dada.
Wartawan BBC di Buenos Aires, Vladimir Hernandez mengatakan jumlah korban akan bertambah karena banyak korban dalam kondisi kritis kini masih dalam perawatan intensif di rumah sakit.
Hernandez menambahkan sedikitnya lima kecelakaan kereta api terjadi di berbagai lokasi di Buenos Aires dalam beberapa bulan terakhir.
Dia menjelaskan banyak bagian dari jaringan rel kereta api Argentina sudah berusia tua dan membutuhkan perbaikan.
"Kecelakaan ini menunjukkan minimnya investasi di sektor perkeretapian," ujar Hernandez.
"Ini adalah tanggung jawab perusahaan yang selama ini diketahui sangat buruk dalam hal perawatan dan pengembangan," kata Edgardo Reinoso dari Serikat Pekerja Kereta Api kepada Reuters.
Reinoso menambahkan tanggung jawab juga menjadi beban pemerintah karena buruknya pengawasan yang dilakukan pemerintah.
Sejauh ini, perusahaan yang mengoperasikan kereta naas itu Trenes de Buenos Aires belum berkomentar soal kecelakaan itu selain mengucapkan duka mendalam.
"Perusahaan menyampaikan duka mendalam untuk keluarga penumpang yang menjadi korban kecelakaan ini," demikian pernyataan resmi perusahaan itu.
Pada September 2011, 11 orang tewas ketika sebuah kereta api komuter di Buenos Aires menabrak sebuah bus yang tengah melintasi rel sebelum menghantam kereta api lain yang tengah memasuki stasiun.
Kecelakaan ini adalah yang terburuk sejak Februari 1970. Kala itu dua buah kereta api yang melaju dalam kecepatan tinggi bertabrakan di pinggiran Buenos Aires menewaskan 200 orang penumpang.









